Breaking News:

Paralimpiade Tokyo 2020

Lifter Asal Bali Ni Nengah Widiasih Tetap Jaga Kebugaran Setiba di Tokyo

Widi mendarat di Bandar Udara Narita International pada Kamis 19 Agustus 2021 sekira pukul 16.30 waktu setempat.

Editor: DionDBPutra
ANTARA/HO-NPC Indonesia
Ni Nengah Widiasih adalah wakil Indonesia satu-satunya cabang olahraga para powerlifting Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Atlet para-powerlifting Indonesia asal Bali, Ni Nengah Widiasih memanfaatkan waktu satu hari di Desa Atlet Paralimpiade untuk memulihkan kebugaran sebelum menjalani persiapan akhir di Tokyo International Forum, Sabtu 21 Agustus 2021.

Widi mendarat di Bandar Udara Narita International pada Kamis 19 Agustus 2021 sekira pukul 16.30 waktu setempat.

Kemudian baru bisa bertolak ke Desa Atlet Paralimpiade malam harinya.

Meski melewati perjalanan jauh dan melelahkan, lifter asal Bali ini bersyukur perjalanannya lancar sehingga sampai dengan selamat di Negeri Sakura.

Baca juga: Bincang dengan Menpora Zainudin Amali, Adopsi Aturan Olimpiade untuk PON Papua

Baca juga: Atlet Voli China Tempuh Jalur Hukum Setelah Disudutkan karena Gagal Raih Emas Olimpiade 2020

"Sekarang sudah sampai di Tokyo, akhirnya sampai dan senang," kata Widi dalam siaran resmi NPC Indonesia, Jumat 20 Agustus 2021.

"Prosedurnya ketat banget di sini, kami sampai di bandara itu banyak form yang yang harus diisi, banyak proses di bandara sehingga memakan waktu cukup lama. Kami baru bisa keluar bandara jam 20.30 (waktu setempat)," kata Widi.

Setibanya di Tokyo, Widi memang belum berkegiatan karena latihan baru bisa dilaksanakan Sabtu.

Widi pun memanfaatkan waktu lowong untuk beristirahat dan mengembalikan kebugaran usai melewati penerbangan jauh.

“Tadi saya sempat berkeliling menikmati suasana Paralympic Village menggunakan kendaraan yang sudah disediakan panitia. Setelah sarapan, saya sempat ke luar dining hall,” kata Widi.

Widi berharap pada kesempatan keduanya tampil dalam Paralimpiade bisa memberikan hasil lebih baik dari prestasi pada Paralimpiade Rio de Janeiro 2016.

Pada edisi sebelumnya, Widi menjadi wakil Indonesia satu-satunya yang menyumbang medali setelah meraih perunggu dari nomor 41kg putri.

Kala itu, dia membuat angkatan 95kg. Sementara emas diraih wakil Turki Nazmiye Muratlı dengan 104kg dan perak diraih Zhe Chui asal China dengan 102kg.

"Harapan pada pertandingan nanti, semoga bisa lebih baik dari pertandingan sebelumnya dan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia, semoga bendera Merah Putih bisa saya kibarkan," kata Widi yang dijadwalkan tampil pada 26 Agustus 2021. (antara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved