Berita Denpasar

Ladeni Tantangan Balap Liar di Bypass, Polsek Denpasar Selatan Tangkap 10 Anak-anak

Sebanyak 10 anak-anak ditangkap Polsek Denpasar Selatan karena terlibat aksi balap liar.

Istimewa
Terlihat 10 orang anak dibawah umur yang diamankan Polsek Denpasar Selatan, Jumat 20 Agustus 2021 - Ladeni Tantangan Balap Liar di Bypass, Polsek Denpasar Selatan Tangkap 10 Anak-anak 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 10 anak-anak ditangkap Polsek Denpasar Selatan karena terlibat aksi balap liar.

Mereka mendapat undangan melalaui media sosial.

Merasa tertantang, mereka pun datang menuju lokasi yang ditentukan.

Kapolsek Denpasar Selatan (Densel), AKP I Gede Sudyatmaja mengatakan, banyak pesan tantangan di media sosial yang polisi temukan.

Baca juga: Polsek Densel Tangkap 8 Remaja Karena Melakukan Aksi Balap Liar di Denpasar

Misalnya 'ayo besok tanding di bypass' dan sejenisnya.

Sudyatmaja menilai ajakan atau tantangan itu yang membuat mereka tertarik untuk datang sebagai sebagai penonton maupun terlibat langsung sebagai joki.

"Setiap malam kami melakukan upaya pencegahan dengan menempatkan personel patroli dan unit lainnya," ujar Sudyatmaja, Jumat 20 Agustus 2021.

Ia mengaku prihatin, anak-anak itu seharusnya di rumah dan belajar.

"Sudah sering kami lakukan tindakkan mulai dari mengamankan sepeda motor dengan cara ditilang, memanggil orangtua dari anak-anak tersebut," ujrnya.

Sudyatmaja mengatakan peran orangtua juga harus ditingkatkan guna mencegah aksi seperti ini tidak terulang kembali.

"Kami berharap di samping kami lakukan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang ada, kami minta orangtua menjaga anaknya. Jangan sampai melakukan tindakan melawan hukum," kata Sudyatmaja.

Balap liar berlangsung di Bypass Ngurah Rai, Suwung Kangin, Sidakarya, Denpasar Selatan.

Mereka memulai balap liar di rentang waktu pukul 01.00 hingga pukul 05.00 Wita.

Aksi mereka kerap membuat masyarakat resah.

Baca juga: Jajaran Polsek Negara Bubarkan Aksi Balap Liar, Satu Sepeda Motor Disita Polisi

Polisi mendapatkan pengaduan dari masyarakat sekitar, pengguna jalan pun merasa terganggu.

Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana juga meminta oangtua menjaga anak-anak mereka.

"Peran orangtua sangat penting dalam memberikan edukasi jangan sampai anak-anak pulang larut sehingga membahayakan dirinya dan meresahkan orangtua di rumah," ujar Jiartana.

"Terlebih di tengah situasi pandemi saat ini, masih diberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat, semestinya tidak boleh melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak perlu," sambung dia. (*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved