Breaking News:

Kuliner

Sajian Jadul Nasi 'Tekor' di Desa Budaya Kertalangu, Sistem Olahan Masa Lalu Tapi Rasa Masa Kini

Ketika ditemui Pekak Tekor pemilik warung ini mengatakan sudah membuka gerai Nasi Tekor ini selama 6 Tahun

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Karsiani Putri
Menu Nasi Tekor di Warung Nasi Tekor Mule Bali. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bukan hanya kulinernya saja yang jadul, namun tempat makan Nasi 'Tekor' ini juga didesain sejadul mungkin seperti suasana pasar.

Ketika ditemui Pekak Tekor pemilik warung ini mengatakan sudah membuka gerai Nasi Tekor ini selama 6 Tahun.

"Kami sudah buka sekitar enam tahun lalu.

Lahan ini adalah Desa Budaya Kertalangu jadi agar lokasi ini berguna oleh pemiliknya saya diberikan lahan agar bisa menjadi sesuatu yang terlihat hingga timbul ide membuka warung nasi," katanya pada, Sabtu 21 Agustus 2021.

Baca juga: Geser Konsep Restoran ke Food Truck, Harga Kuliner di Bacon and Eggs Kuta Mulai Rp 10 Ribu

Ia sengaja membuat konsep warung seperti suasana pasar agar berbeda dari yang lain.

Untuk menikmati 1 porsi nasi 'Tekor' ini, Tribunners cukup mengeluarkan uang Rp 20 ribu saja.

"Karena yang penting warung makanan Bali jadi karena idenya dari Pasar kita tidak mau sama dengan yang lain lalu diangkat lah tema nasi 'Tekor' masakannya dari ayam Bali. Satu porsi nasi 'Tekor' lengkap berisikan sate lilit, serapah, sayur ares, lawar, dan telur kita hargai dengan Rp 20 ribu," tambahnya.

Dikarenakan warung ini mempunyai sebuah konsep yakni Pasar, maka Pekak Tekor menerapkan sistem olahan masa lalu, rasa masa kini dan kuliner masa depan.

Uniknya lagi, tekor artinya adalah wadah untuk tempat makan yang beralaskan daun hingga seperti natural.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved