Berita Denpasar

Sambut GYC 2021, Precious Island Bersama KITAPOLENG Gelar Kompetisi Tari Bertajuk Menari untuk Bumi

Kompetisi ini terbuka untuk seluruh anak muda berusia 15-25 tahun dan juga terbuka untuk peserta dengan disabilitas.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Foto Panitia
Precious Island bersama dengan KITAPOLENG mengadakan kompetisi tari kontemporer dengan tema Menari untuk Bumi, Sabtu 21 Agustus 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Guna menyambut Global Youth Conference on Sustainable Development Goals 2021 (GYC 2021), Precious Island bersama dengan KITAPOLENG mengadakan kompetisi tari kontemporer dengan tema Menari untuk Bumi.

Kompetisi ini terbuka untuk seluruh anak muda berusia 15-25 tahun dan juga terbuka untuk peserta dengan disabilitas.

Global Youth Conference (GYC) on Sustainable Development Goals (SDG) mulai dibentuk sebagai panggung akbar anak muda dalam menghimpun dan menyatukan pandangan mereka tentang isu terkait 17 tujuan pembangunan berkelanjutan.

Nantinya anak muda mampu beraksi nyata menggerakkan inisiatif mereka dan saling berkolaborasi demi terciptanya sebuah solusi yang efektif dan positif serta mampu menghantarkan suara anak muda Indonesia menggema di seluruh penjuru dunia.

Baca juga: Erni Yunita Luncurkan Buku Cerita Anak Bergambar, Berkisah Tentang Persahabatan Manusia dengan Ular

“Aksi ini bisa dituangkan dalam perwujudan apapun, termasuk seni.

GYC di tahun 2021 ini ingin merangkul para pecinta tari di kalangan anak muda untuk berkreasi dan berkontribusi untuk memperkenalkan SDG melalui pesan dalam sebuah tarian,” kata Jasmine Okubo, salah satu pendiri KITAPOLENG, Sabtu 21 Agustus 2021.

KITAPOLENG sendiri telah menjadi platform untuk karya-karya seni hasil kolaborasi yang melibatkan pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan karya dalam bentuknya yang idealis maupun inovatif.

KITAPOLENG berupaya menciptakan karya seni yang mem bumi sesuai tuntutan dan perkembangan zamannya.

Hampir seluruh karya yang digarap berangkat dari tradisi sebagai dasar pemikiran di dalam melahirkan berbagai ekspresi imajinasi.

Bentuk kesenian tradisi yang selama ini mapan menjadi titik berangkat pengembangan dan eksplorasi yang lebih detail, menggugah, kemudian menawarkan

Pendaftaran kompetisi tari ini dibuka mulai tanggal 17 Agustus hingga 5 Oktober 2021.

Peserta tidak perlu membayar sepeser pun, sebab pendaftaran kompetisi kali ini gratis.

Tak hanya itu saja, bagi pemenang kompetisi nantinya akan tampil di ajang Global Youth Conference on SDG 2021.

“Sebetulnya kepedulian lingkungan tidak serumit yang kita pikirkan, bisa memulai dari sesuatu yang selalu ada dalam kehidupan kita, dan sekitar. Bumi itu sederhana maka kesederhanaan adalah yang mampu memulihkan Bumi,” katanya.

Baca juga: Serbuan Vaksin Covid-19 Serentak, Lanal Denpasar Sasar Masyarakat Maritim yang Belum Tervaksin

Jasmine sangat optimis minat anak muda saat ini sangat tinggi untuk mengeksplorasi seni, khususnya seni tari, ke arah tujuan global berkelanjutan yaitu SDG. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved