Berita Denpasar

Satgas Covid-19 Bali Tanggapi 31 Calon Penumpang Pesawat Udara dari Bajo Gagal ke Bali

Menanggapi kasus 31 penumpang pesawat udara dari Bandara Komodo Labuan Bajo yang batal terbang menuju Bali karena di tempat asal tidak ada Lab PCR

Dok Pos Kupang
Suasana puluhan calon penumpang yang batal melakukan penerbangan di Bandara Komodo Labuan Bajo, Sabtu 21 Agustus 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menanggapi kasus 31 penumpang pesawat udara dari Bandara Komodo Labuan Bajo yang batal terbang menuju Bali karena di tempat asal tidak ada Lab PCR sebagai syarat tes terbang menuju Bali, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Bali, Made Rentin menegaskan ketentuan pelaku perjalanan pada masa Pandemi Covid-19 di Bali.

"Dalam rangka penerapan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan melalui moda transportasi udara, dengan ini disampaikan bahwa ketentuan perjalanan dari atau ke Pulau Bali mengikuti ketentuan Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 nasional nomor 17 tahun 2021 dan nomor 18 tahun 2021 dan SE Menteri Perhubungan RI nomor 62 tahun 2021," kata Made Rentin kepada Tribun Bali, pada Minggu 22 Agustus 2021.

Sebagaimana Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 nasional nomor 17 tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Covid-19.

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: 

Hari Ini, Satgas Covid-19 Klungkung Jemput 9 Pasien OTG untuk Jalani Isolasi Terpusat

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali serta daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menten Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan: 

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara antar kota atau antar kabupaten di dalam wilayah Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan persyaratan sebagai berikut: 

Kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan atau Kartu vaksm (vaksinasi dosis kedua) dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. 

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan dan kereta api antar kota dari dan ke daerah di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan PPKM Level 2 wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

TERKINI: 20 Desa di Bangli Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19

Ketentuan menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi: 

Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID. 19, 

Anak anak di bawah umur 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota. 

Sedangkan dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 62 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 63 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam Surat Edaran Menhub Nomor SE 62 Tahun 2021 tersebut mengatur tentang ketentuan pelaku perjalanan udara dalam negeri dengan rute dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan Bali, serta wilayah dengan kategori PPKM Level 4 dan Level 3, dengan rincian sebagai berikut:

Deddy Corbuzier Nyaris Tewas Akibat Badai Sitokin, Tubuhnya Drop Setelah Negatif Covid-19

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved