Breaking News:

Corona di Indonesia

Luhut: Tren Kasus Indonesia Menurun 78 Persen Sejak Puncak Covid-19

Luhut mengatakan, pemerintah terus gencar melakukan 3 T, yakni Testing, Tracing, dan Treatment untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Ragil Armando
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam kunjungan kerjanya di Kota Denpasar, Kamis 12 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan tren kasus Covid-19 dan tingkat keterisian hunian tempat tidur pasien Covid-19 (BOR) menurun.

"Tren kasus mengalami pembaikan 78 persen sejak puncaknya 15 Juli 2021 secara nasional. Sedangkan Jawa-Bali menurun 87,3 persen per kemarin. Hari ini jika baik, Indonesia kasus aktif menurun," ujar Luhut saat acara HUT ke-43 BPPT secara virtual, Senin 23 Agustus 2021.

Luhut mengatakan, pemerintah terus gencar melakukan 3 T, yakni Testing, Tracing, dan Treatment untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Selain itu juga gencar mengkampanyekan pemakaian masker, dan mengajak masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan Si Lacak.

Baca juga: Luhut Binsar Angkat Bicara Soal Liga 1 yang Mulai Digelar Pekan ini, Suporter Jangan Main-main

Baca juga: Kasus Covid Masih Fluktuatif di Bali, Target Luhut ke Pemprov, Seminggu Harus Turun

"Sudah jalan di mal, di industri, di penerbangan, kereta api. Kita contohkan di ,al itu sudah masuk per kemarin hampir 5,6 juta. Itu menangkap 15 ribu yang positif, yang ditolak atau merah bukan berarti positif. Katakan 50 persen positif 7 ribu kali saja 6 itu bisa klaster baru. Di sini kita stop," ucap Luhut.

Untuk mengantisipasi adanya gelombang baru, kata Luhut, pemerintah telah melakukan penambahan kapasitas tempat tidur di rumah sakit.

"Tidak buru-buru kita bongkar. Walau RSPAD di bawah 20 persen BOR, sudah dibuka tenda-tendanya tapi yang lain-lain perlu hati-hati hadapi ini," tutur Luhut.

Era Hidup Baru

Luhut mengatakan, pemerintah menargetkan 100 juta masyarakat Indonesia akan menggunakan aplikasi SiLacak dan PeduliLindungi di akhir 2021.

"Kita memasuki era hidup baru, kami hitung sampai akhir tahun PeduliLindungi akan masuk lebih dari 100 juta orang dan itu akan membuat lebih bagus dari e-KTP, yang gara-gara itu beberapa orang masuk penjara," ujar Luhut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved