Berita Bali

Femomena Banyak Hotel Dijual di Bali, Sandiaga Uno: Pengusaha Jangan Sampai Obral Aset

banyak hotel-hotel di Bali yang dijual oleh pemiliknya dampak dari pandemi Covid-19 berkepanjangan

Biro Komunikasi Kemenparekraf
Menparekraf Sandiaga Uno 

Hal tersebut juga berdampak pada tingkat keterhunian atau okupansi hotel, sehingga pelaku industri hotel terpaksa menjual asset mereka.

"Oleh karenanya, Kemenparekraf berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi yang tepat agar dapat meringankan kesulitan yang dihadapi pelaku hotel, sehingga mereka tidak perlu menjual asetnya," ungkap Sandiaga Uno.

Kemenparekraf sendiri telah mengajukan dana sebesar Rp 300 miliar ke KPC PEN, untuk menggulirkan program dukungan akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya bagi tenaga kesehatan. 

"Program ini akan melibatkan sejumlah hotel sebagai fasilitas tenaga kesehata. Semoga dalam waktu dekat bisa kita realisasikan," harap Sandiaga Uno.

Kemudian terkait dengan PPh masih dalam diskusi internal Kemenkeu. 

Selama masa pandemi hotel termasuk industri yang memperoleh fasilitas pengembalian PPN dipercepat atau Restitusi PPN.

Selain itu, OJK juga berupaya menyiapkan berbagai program untuk membantu pelaku industri pariwisata, diantaranya biaya beban dan abonemen listrik bagi pelanggan dunia usaha, penempatan dana untuk restrukturisasi kredit direncanakan diperpanjang.

PLN juga telah memperpanjang stimulus program ketenagalistrikan berupa diskon tarif tenaga listrik, pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen 50 persen, serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum 50 persen hingga Desember 2021.

"Dengan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu mereaktivasi pelaku industri hotel yang sangat terdampak akibat pandemi, dan lapangan kerja bagi pelaku parekraf kembali terbuka," demikian kata Menparekraf Sandiaga Uno. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved