Breaking News:

Polri Tangani 131 Kasus Penyelewengan Bansos, Sebanyak 57 Kasus Disetop

Dikatakannya, 13 kasus masih dalam proses penyidikan, sementara 35 kasus masih dalam penyelidikan.

Editor: DionDBPutra
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Komjen Pol Agus Andrianto. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan pihak kepolisian telah menerima 131 kasus penyelewengan bantuan sosial (bansos) sejak 2020.

Dikatakannya, 13 kasus masih dalam proses penyidikan, sementara 35 kasus masih dalam penyelidikan.

Sejumlah kasus lainnya juga ada yang dihentikan maupun dilimpahkan ke Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

"Kemudian dari informasi yang kita terima, ada 57 kasus yang kita hentikan penyelidikannya, dan kita limpahkan ke APIP, ada 26 kasus," ujar Agus di Kantor Kemensos, Jln Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa 24 Agustus 2021.

Baca juga: Pemkab Gianyar Hentikan Bantuan Sosial untuk Warga Miskin, Hanya Andalkan Bantuan dari Pusat

Baca juga: Jokowi Kumpulkan Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala Daerah, Jangan Takut Keluarkan Bantuan Sosial

Menurut Agus, para pelaku penyelewengan dana bansos biasanya menggunakan modus memotong jumlah uang yang menjadi hak tiap orang penerima bansos.

Selain itu, ada juga pelaku yang memberikan bansos dalam bentuk beras, katanya, namun ternyata beras yang diberikan tidak sebesar nilai bansos yang disalurkan.

"Inilah yang jadi modus para pelaku penyaluran bansos yang disalurkan Kemensos," ucap Agus.

Menurut Agus, Kemensos selama ini berupaya memperbaiki DTKS.

Kemensos, kata Agus, melibatkan semua pihak dari pemda, pendamping, kepolisian dan kejaksaan hingga BPKP.

"Karena penataan ini harus kita perbaiki dari atas kemudian dari bawah. Kalau ada penyimpangan-penyimpangan, itu sedang dikoreksi oleh Mensos," ujar Agus.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved