Breaking News:

Berita Denpasar

Hendric Shinigami Seniman Tato di Bali Buktikan Rasa Empati Berbagi di Tengah Pandemi

Seniman sekaligus Owner studio tato Hendric Shinigami Tato, Hendric Shinigami membagikan 120 paket sembako kepada warga Banjar Taman Mertanadi.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Pembagian 120 paket sembako kepada warga Banjar Taman Mertanadi, Seminyak, Kuta, Badung, Bali, pada Rabu 25 Agustus 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seniman sekaligus Owner studio tato Hendric Shinigami Tato, Hendric Shinigami membagikan 120 paket sembako kepada warga Banjar Taman Mertanadi, Seminyak, Kuta, Badung, Bali, pada Rabu 25 Agustus 2021.

"Hari ini kita ada acara pembagian 120 paket sembako, berikutnya ada gelombang ke dua, kami bagikan bagi masyarakat sekitar, kami bekerja sama dengan Banjar Taman Mertanadi agar bantuan yang kami sampaikan tepat sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan, dan semoga bermanfaat," kata Hendric dijumpai Tribun Bali di studio tatonya.

Meskipun lekat dengan kesan garang karena tato tergambar di sejumlah bagian tubuhnya, namun Hendric memiliki jiwa sosial yang tinggi. Bukan kali ini saja ia berbagi, namun sudah beberapa kali aksi sosial dilakukan.

Hendric berprinsip bahwa dia membuka usaha studio tato di Banjar Taman Mertanadi, maka dia berusaha pula untuk berkontribusi terhadap krama banjar setempat.

Tato Pelaku Pembunuhan Bos Emas di Jayapura, Aku Tak Akan Melepaskanmu VLH, Ini Wawancara Lengkapnya

Pria yang berdomisili di Jakarta ini sempat meneteskan air mata saat menceritakan kondisi masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19. 

"Saya berbagi sebagai rasa syukur saya, saya dulu pernah merasakan susah, sekarang sudah memetik hasil, jadi biar mereka yang membutuhkan ini juga merasakan apa yang saya rasakan," ucapnya sembari menyeka air mata.

Hendric juga ingin menanggalkan stereotype orang bertato tidak selalu orang yang "liar" akan tetapi juga memiliki rasa empati sama seperti manusia pada umumnya. Ia juga menegaskan bahwa tato adalah seni.

"Tak jarang orang mengatakan orang bertato itu jelek, preman, dan hal buruk lainnya. Saya mau tunjukan bahwa tato itu seni. Kami orang bertato masih punya rasa empati, saya berharap pandangan masyarakat berubah tentang tato, bahwa tato menjadi seni," ungkapnya.

Nyanyi Sunyi Penjaja Jasa Tato Temporer di Pantai Kuta, Bisa Seminggu Tanpa Pelanggan Akibat Pandemi

Adapun bantuan paket sembako yang diberikan kepada warga berupa beras 2 kilogram (kg), gula pasir 1 kg, 5 bungkus mie instan, garam 500 gram, kecap manis 600 ml, susu kental manis, wafer satu kaleng, satu slop teh celup, kopi bubuk bali 250 gram, Sardens 2 kaleng ,minyak goreng 2 liter, dan 1 botol saus sambal.

Perwakilan warga sekakigus Bendahara Banjar Taman Mertanadi, Gede Sunarta mengapresiasi niat tulus Hendeic dalam membantu warga banjar setempat.

Dirinya menyampaikan, bahwa sebagian besar masyarakat di banjarnya bekerja di sektor pariwisata. 

Sejak pandemi Covid-19 melanda sebagian besar masyarakat kehilangan penghasilan atau penghasilan menurun. 

"Terima kasih atas niat tulus ke warga yang benar-benar sangat membutuhkan saat pandemi dan ekonomi sulit, mayoritas warga kami bekerja di sektor pariwisata, hampir dua tahun ini tidak bisa bergerak bidang ekonomi, dengan bantuan ini juga menjadi teladan kami agar jika suatu saat kami bangkit ekonominya kami lakukan apa yang dilakukan Hendric," ucap dia. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved