Breaking News:

Berita Bangli

Imbas Pandemi Covid-19, Permintaan Seni Ukir Kayu di Desa Jehem Bangli Turun Hingga 60 Persen

Sembari memahat, Sudiawan mengatakan sudah 17 tahun dirinya menjadi perajin ukiran kayu. Bahkan kegiatan ini sudah ia lakoni sejak lulus sekolah dasar

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Karyawan Ketut Sudiawan saat menggarap pesanan sanggah di bengkel ukiran kayu miliknya. Rabu (25/8/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pandemi covid-19 yang merebak sejak setahun belakangan memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat.

Tak sedikit karyawan yang dirumahkan, ataupun usahanya gulung tikar.

Kendati demikian, masih ada sejumlah usaha yang tetap bertahan.

Salah satunya usaha ukiran kayu milik I Ketut Sudiawan.

Baca juga: UPDATE: Kasus Aktif Covid-19 di Bangli Kembali Meningkat Hari Ini

Ditemui di bengkel kerjanya di Desa Jehem, Tembuku, Rabu (25/8/2021), Sudiawan bersama sejumlah rekan kerjanya nampak sibuk menggarap ukiran kayu untuk bangunan sanggah.

Sembari memahat, Sudiawan mengatakan sudah 17 tahun dirinya menjadi perajin ukiran kayu. Bahkan kegiatan ini sudah ia lakoni sejak lulus sekolah dasar.

Menurutnya, permintaan kayu ukir sangat tinggi, terutama sebelum masa pandemi covid-19.

Beberapa permintaan kayu ukir yang sering ia terima, dalam bentuk sanggah ataupun bangunan bale.

"Kalau dulu dalam sebulan pesanan yang masuk bisa belasan hingga puluhan," ucapnya.

Namun sejak memasuki masa pandemi covid-19 setahun belakangan, pesanan yang masuk turun drastis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved