Berita Politik
Jokowi Bertemu Petinggi Partai Koalisi, Zulkifli Hasan Ikut ke Istana
Sejumlah ketua umum partai mulai dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan jajaran ketua umum (ketum) dan sekretaris jenderal (sekjen) dari partai politik (parpol) yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah di Istana Negara pada Rabu sore 25 Agustus 2021.
Sejumlah ketua umum partai mulai dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, hingga Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate hadir dalam pertemuan tersebut.
Johnny Plate mengatakan pertemuan yang dilakukan itu merupakan pertemuan rutin antara pimpinan Parpol yakni Ketua Umum dan Sekjen Partai koalisi pemerintah dengan Presiden Jokowi. "Pertemuan reguler antara Presiden dan pimpinan parpol koalisi," katanya.
Baca juga: SBY-JK Berpotensi Ikut Pilpres 2024 Jika Duet Jokowi-Prabowo Jadi Kenyataan
Baca juga: Megawati Larang Kader PDIP Bicara Capres-Cawapres, Yang Melanggar Kena Sanksi
Plate tidak menjelaskan lebih jauh mengenai siapa saja pimpinan Parpol yang hadir, begitu juga mengenai topik khusus yang dibahas.
Hanya saja yang pasti, pertemuan itu tidak ada dalam agenda resmi Presiden Jokowi.
Pada hari ini presiden hanya beragendakan dua kegiatan yakni membuka Rakornas Pengendalian Inflasi 2021 dan pelantikan Gubernur dan Wagub Kalimantan Selatan.
Bukan hanya petinggi parpol koalisi, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) ternyata juga ikut dalam pertemuan itu.
Waketum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa Zulhas berangkat menuju Istana Kepresidenan bersama Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno setelah sempat memimpin rapat terkait pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN.
”[Setelah] memimpin rapat steering committee Rakernas PAN yang nanti dilaksanakan pada 31 Agustus 2021, Ketum langsung berangkat ke Istana bersama Eddy untuk bertemu parpol koalisi pemerintah bersama Presiden," ujar Viva, Rabu 25 Agustus 2021.
Namun ia membantah bahwa pertemuan itu menjadi keterlibatan pertama bagi Zulhas.
Menurutnya, komunikasi Zulhas dengan Jokowi sudah baik sejak lama.
"Tidak pertama kan sudah beberapa kali hubungan komunikasi Zulhas dengan Jokowi baik, secara pribadi baik. Bahkan saat Jokowi jadi wali kota [Solo] itu sudah komunikasi, Jokowi wali kota [Solo], Zulhas kan Menteri Kehutanan. Sudah baik sejak dulu," tutur Viva.
Terkait materi pertemuan antara Jokowi dengan para petinggi partai pendukung pemerintah itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai ada tiga topik bahasan yang mungkin dibicarakan Jokowi bersama parpol koalisi dalam pertemuan itu.
Ketiga topik tersebut belakangan menjadi topik hangat yang dibicarakan publik.
"Sepertinya membahas 3 hal. Pertama, soal isu amandemen UUD 45 yang lagi ramai dan dapat banyak penolakan publik karena dikhawatirkan akan mengubah jabatan presiden jadi 3 periode," kata Adi kepada wartawan, Rabu 25 Agustus 2021.
Topik selanjutnya yang dinilai bakal dibahas Jokowi dan pimpinan parpol koalisi adalah soal pilpres mendatang. Sebab, menurut Adi, ada wacana pemilihan umum akan diundur pelaksanaannya.
"Kedua, tentang wacana memundurkan pemilu serentak ke 2027, diundur 3 tahun yang mestinya digelar 2024. Tentu ini isu sensitif dan krusial yang mesti dibahas bersama dengan parpol koalisi," ujarnya.
Topik ketiga, yang menurut Adi mungkin adalah terkait soliditas koalisi yang harus dijaga.
Jokowi dinilai ingin memastikan koalisi pemerintah solid dan tak ada oposisi dari dalam pemerintah.
"Karena periode kedua jabatan presiden rentan muncul oposisi dari dalam, kritik justru dari dalam koalisi seperti zaman SBY. Jokowi ingin memastikan semua kebijakan politiknya didukung semua parpol koalisi, jangan ada aktivis partai koalisi yang protes soal kebijakan seperti kebijakan pandemi beberapa waktu lalu. Kebijakan politik strategis yang perlu dukungan penuh seperti pandemi dan pindah ibu kota yang belakangan ramai pasca Jokowi kunker didampingi Menhan Prabowo," imbuhnya.
Senada dengan Adi, pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai ada tiga hal pula yang akan dibahas Jokowi dan pimpinan parpol koalisi.
Pertama soal perkembangan penanganan corona di Tanah Air.
"Kalau menurut saya ada tiga hal yang kemungkinan dibahas oleh parah petinggi parpol ini, yang pertama adalah perkembangan penanganan covid sekaligus meminta dukungan penuh dari koalisi partai politik pendukung Jokowi,” kata Hendri.
Kemudian yang kedua, Jokowi dinilai sangat mungkin membahas rencana amandemen UUD 1945 yang dilontarkan oleh MPR.
Terakhir, Jokowi dinilai kemungkinan akan membahas perombakan kabinet lagi atau reshuffle kabinet.
"Kenapa reshuffle kabinet perlu dilakukan Pak Jokowi? Saya prediksi ada dua alasan, yang pertama Pak Jokowi ingin ditulis di sejarah sebagai presiden yang berhasil sehingga ada beberapa sektor yang perlu diperbaiki dirasa perlu untuk dilakukan penyegaran atau perombakan."
"Alasan kedua, memang Pak Jokowi menginginkan percepatan terhadap beberapa hal seperti hukum, perbaikan ekonomi, dan tentu saja kesejahteraan masyarakat," ujarnya.(tribun network/fik/den/dod)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/presiden-jokowi-umumkan-ppkm-level-4.jpg)