Breaking News:

Kesulitan Polisi Menghentikan Balap Liar di Wilayah Badung, Pelaku Punya Mata-Mata di Grup WhatsApp

Petugas keluhkan aksinya selalu diketahui yang berakibat para pelaku pasti selalu bubar duluan lantaran mempunyai mata-mata atau intel.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Eviera Paramita Sandi
kompas.com
(ilustrasi) balap liar 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Aksi trek-trekan aatau balap liar di kawasan Badung, Bali ternyata masih marak terjadi di tengah pandemi covid-19.

Para anak muda pelaku balap liar ini sangat lihai menghindari petugas. 

Petugas keluhkan aksinya selalu diketahui yang berakibat para pelaku pasti selalu bubar duluan lantaran mempunyai mata-mata atau intel.

Lantaran informasi penangkapan balap liar itu selalu bocor.

Selain disinyalir punya mata-mata aksi trek-trekan itu juga kerap berpindah-pindah.

Hanya saja lokasi yang di pilih yakni di wilayah Badung tepatnya di wilayah Mengwi dan Kuta Utara termasuk juga di wilayah Polresta Denpasar.

Satuan Lalulintas  Polres Badung pun dibuat geram dengan aksi anak muda yang meresahkan warga tersebut.

Kendati demikian kini Lantas Badung tetap gencarkan patroli biru. 

Kasat Lantas Polres Badung AKP Aan Saputra saat ditemui Selasa 24 Agustus 2021 pun tak menampik hal tersebut.

Dirinya mengaku akan menindak tegas para joki dan penonton trek-trekan bila sampai ditangkap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved