Berita Buleleng

Pengangguran di Buleleng Melonjak Hingga 19 Ribu Orang Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Hingga saat ini sebagian besar dari mereka belum bisa bekerja, karena pemerintah masih menutup pariwisata di Bali dengan pemberlakuan PPKM

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Koriawan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejak pandemi Covid, tingkat pengangguran di Buleleng meningkat.

Jika biasanya hanya 1 atau dua persen dari total jumlah penduduk, kini pengangguran di Buleleng sudah mencapai 19.681 orang, atau sekitar tiga hingga empat persen dari jumlah penduduk.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Koriawan Rabu (25/8/2021) mengatakan, jumlah pengangguran itu merupakan akumulasi dari tahun 2020, saat Covid-19 mulai melanda.

Sebagian besar pekerja sebelumnya bekerja di bidang pariwisata.

Baca juga: Gelar Mediasi di Depan Pura Desa Adat Sidatapa, Dandim Buleleng dan Warga Bersepakat Damai

Hingga saat ini sebagian besar dari mereka belum bisa bekerja, karena pemerintah masih menutup pariwisata di Bali dengan pemberlakuan PPKM.

Namun Koriawan juga tidak menampik saat ini beberapa Pekerja Mingran Indonesia (PMI) yang bekerja di  kapal pesiar dan spa, sudah mulai berangkat.

Namun jumlahnya masih dibawah 100 orang.

 "Yang bekerja di luar negeri sudah mulai berangkat. Jumlahnya memang belum banyak, masih dibawah 100 orang.

Mereka sudah mulai berangkat sejak Maret dan April. Ada juga beberapa yang saat ini sedang persiapan untuk berangkat," terangnya.

Dengan meningkatnya jumlah pengangguran ini, Koriawan menyebut, di tengah pandemi ini pihaknya tetap berupaya menggelar jobfair 2021.

Meski dilaksanakan secara virtual, setidaknya dalam jobfair itu nantinya mampu menyerap sebanyak 1.000 orang pekerja, dari 22 perusahaan.

"Per hari ini (Selasa,red) jobfair sudah kami buka di website resmi kami disnaker.bulelengkab.go. Jobfair dibuka selama tujuh hari.

Kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang kehilangan pekerjaan, serta adik-adik yang tamat dari SMA atau SMK," jelasnya.

Dalam jobfair itu, pihaknya melibatkan 22 perusahaan di Bali yang bergerak di bidang jasa, pendidikan, retail, keuangan, dan pariwisata.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Buleleng Mulai Menurun, Pengawasan Pasien Lebih Mudah di Tempat Isoter

"Targetnya dari jobfair ini bisa menyerap 1.000 orang. Astungkara bila perlu lebih dari itu," terangnya.

Selain Disnaker, Koriawan menyebut jobfair juga biasanya dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha ( Undiksha) Singaraja.

Hanya saja, jobfair yang dilaksanakan oleh Undiksha kata Koriawan, lebih memprioritaskan alumninya.

Sementara untuk warga lainnya, diharapkan bisa memanfaatkan jobfair yang dibuka oleh Disnaker. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved