Breaking News:

Kesehatan

Inilah Gejala Badai Sitokin yang Harus Diwaspadai

Badai sitokin tampaknya menjadi bagian dari alasan beberapa orang dengan Covid-19 mengalami kondisi yang serius.

Editor: I Made Dwi Suputra
Istimewa
Perawatan pasien di ICU RSUD Klungkung 

TRIBUN-BALI.COM - Sindrom badai sitokin mengacu pada sekelompok kondisi medis ketika sistem kekebalan memproduksi terlalu banyak sinyal inflamasi, kadang-kadang menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

Melansir dari Very Well Health, badai sitokin bukanlah penyakit, melainkan masalah medis serius yang dapat terjadi karena beberapa penyebab tertentu.

Kondisi ini juga kadang-kadang disebut sindrom pelepasan sitokin, CRS, atau hanya badai sitokin.

Badai sitokin mendapat perhatian lebih karena pandemi Covid-19. Badai sitokin tampaknya menjadi bagian dari alasan beberapa orang dengan Covid-19 mengalami kondisi yang serius.

Baca juga: Cerita Deddy Corbuzier Alami Badai Sitokin Dua Pekan Setelah Negatif Covid-19 

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Apa itu badai sitokin?

Secara garis besar, badai sitokin adalah riam respons imun yang berlebihan.

Kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius. Sistem kekebalan mengandung banyak komponen berbeda yang membantu tubuh melawan infeksi.

Kondisi ini mencakup berbagai jenis sel yang berkomunikasi satu sama lain melalui molekul sinyal, yang dikenal sebagai sitokin.

Terdapat berbagai jenis stokin dengan fungsi yang berbeda-beda. Beberapa membantu merekrut sel-sel kekebalan lainnya, sementara yang lainnya membantu dengan produksi antibodi atau sinyal rasa sakit.

Baca juga: Cerita Deddy Corbuzier Alami Badai Sitokin Dua Pekan Setelah Negatif Covid-19 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved