Breaking News:

Serba Serbi

Makna Hari Raya Banyupinaruh Sebagai Penyucian Diri dengan Aksara, Begini Penjelasan Akademisi

Umat Hindu akan melangsungkan upacara Saraswati. Dan sehari setelahnya, umat Hindu akan melakukan Banyupinaruh.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Pantai Nunggalan sebagai salah satu tujuan Banyupinaruh 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu 28 Agustus dua hari lagi.

Umat Hindu akan melangsungkan upacara Saraswati. Dan sehari setelahnya, umat Hindu akan melakukan Banyupinaruh.

Selama ini, sudah umum dalam masyarakat Hindu di Bali saat Banyupinaruh akan malukat ke campuhan atau pantai. Namun esensi dari Banyupinaruh lebih besar dari itu.

Hal ini dijelaskan oleh Dosen Unhi, I Kadek Satria.

Baca juga: Penekun Spiritual dan Klian Dadia di Klungkung Diminta Antisipasi Kerumunan Saat Perayaan Saraswati

Praktisi Usada Majegau ini, menjelaskan bahwa Banyupinaruh adalah penyucian dengan aksara.

"Sehingga Banyupinaruh adalah waktu yang tepat untuk membasuh diri dengan air suci, yang berisikan aksara-aksara Weda. Dituangkan mantra-mantra ke dalam air suci tersebut," jelasnya kepada Tribun Bali, Kamis 26 Agustus 2021.

Untuk itu, dosen ini mengingatkan bahwa Banyupinaruh adalah waktu yang tepat membasuh diri dengan air suci yang berisikan aksara-aksara Weda, dan dituangkan dalam mantra-mantra ke dalam air suci.

"Banyupinaruh sebagai jalan untuk mengesahkan ilmu yang kita gunakan agar mampu berguna dan bermanfaat bagi kita," tegasnya.

Ilmu pengetahuan yang diperoleh di hari Saraswati, sebaiknya dikukuhkan untuk melakukan tiga hal yaitu Guna, Gina dan Dana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved