Breaking News:

Berita Gianyar

Ombak Masih Ganas, BPBD Gianyar Minta Warga Melaksanakan Banyu Pinaruh di Rumah

BPBD Gianyar, Bali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pengelukatan atau membersihkan diri, di sepanjang pantai di Kabupaten Gianyar

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kondisi ombak di pantai sepanjang Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat 27 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam mengantisipasi adanya korban serangkaian perayaan Banyupinaruh pada Minggu 29 Agustus 2021 nanti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Bali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pengelukatan atau membersihkan diri, di sepanjang pantai di Kabupaten Gianyar.

Hal tersebut karena dalam beberapa hari ke depan, gelombang laut diprediksi masih tinggi. 

Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba, Jumat 27 Agustus 2021 mengatakan, saat ini hingga beberapa hari ke depan, angin di laut selatan masih kencang, sehingga ombak pun cukup tinggi.

Baca juga: DPRD Gianyar Setujui KUA-PPAS 2022 Rencana Pendapatan Rp 1,9 Triliun

Karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang akan merayakan hari Banyupiruh, supaya melakukan di rumah masing-masing. 

"Seperti kita ketahui, pantai di Kabupaten Gianyar berada di kawasan laut selatan, yang dalam kondisi normal saja ombaknya cukup ganas, apalagi saat ini, dimana angin masih bertiup kencang sehingga sangat berbahaya ketika beraktivitas di laut saat ini, terutama bagi masyarakat awam," ujarnya.

Baca juga: Vaksin Sinovac di Gianyar Mulai Langka, Plt Kadiskes: Masih Amprah di Provinsi

"Karena itu, kami mengimbau agar untuk Banyupiruh agar masyarakat melakukannya di rumah masing-masing, hal ini juga untuk mengantisipasi penyebaran covid-19," ujarnya.

Gus Suamba pun mengungkapkan, per Agustus 2021 ini, sudah ada dua kasus masyarakat terseret gelombang.

Di mana satu korban sampai saat ini belum ditemukan.

Baca juga: Pelaksanaan Perayaan Saraswati Akan Dibatasi, PHDI Gianyar: Maksimal yang di Sekolah Hanya 15 Orang

Sementara satunya lagi berhasil diselamatkan.

"Bulan ini sudah ada dua kasus, di mana sebagian besar dari mereka terseret gelombang yang tiba-tiba besar. Perlu diketahui, meski awalnya gelombang terlihat tenang, namun sewaktu-waktu bisa tinggi dan membahayakan," tandasnya. 

Meski demikian, pihaknya akan tetap menyiagakan Balawista Gianyar, untuk mengawasi situasi pantai sepanjang Kabupaten Gianyar.

"Kami tidak bisa melarang, kami hanya bisa mengimbau, sehingga untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang tetap melukat di pantai, tim Balawista akan disiagakan," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved