Breaking News:

Berita Klungkung

Rencanakan Alih Bahasa Lontar, Museum Semarajaya Klungkung Siap Terima Sumbangan Lontar dari Warga

Kepala UPT Museum Semarajaya, Cokorda Gde Naladukmaja menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan tempat

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Penyuluh Bahasa Bali melakukan konservasi terhadap 78 cakep lontar koleksi Museum Semarajaya di Kota Semarapura, Klungkung, Bali, Kamis 26 Agustus 2021 - Rencanakan Alih Bahasa Lontar, Museum Semarajaya Klungkung Siap Terima Sumbangan Lontar dari Warga 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kepala UPT Museum Semarajaya, Cokorda Gde Naladukmaja menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan tempat untuk memajang koleksi lontar-lontar di Museum Semarajaya, Klungkung, Bali.

"Tempat untuk memajang lontar sudah kami siapkan. Kedepan jika ada masyarakat yang ingin mengkonservasi atau menghibahkan lontarnya, pihak museum siap menerima. Kami juga akan bekerjasama dengan penyuluh Bahasa Bali," ungkap Naladukmaja, Kamis 26 Agustus 2021.

Sementara, pihakanya juga memiliki rencana mengalihbahasakan lontar-lontar itu, untuk menjadi bahasa latin.

Hal ini agar ilmu pengetahuan yang tertulis dalam lontar itu bisa mudah dipelajari dan dipahami.

Baca juga: Aktif Pelopori Digitalisasi Lontar Bali, Carma Citrawati Raih Penghargaan dari Wikimedia Foundation

"Kami sudah ada rencana itu (mengalih bahasakan lontar), bekerjasama dengan beberapa pihak. Sekarang tinggal koordinasi saja," jelasnya.

Saat ini Museum Semarajaya memiliki koleksi 78 cakep lontar, merupakan sumbangan dari seorang warga di Nusa Penida.

Lontar itu diserahkan ke pihak museum pada tahun 2020 lalu.

Dari hasil identifikasi, jenis lontar koleksi dari Museum Semarajaya terdiri dari lontar usada atau pengobatan, lontar tentang asta kosala kosali atau tata letak bangunan, lontar tentang bebantenan, lontar tentang pedoman pengambilan kebijakan, lontar pengayam-ayam untuk berjudi, sampai dengan lontar pangiwa atau pengeleakan.

"Pemilik menyerahkan lontar itu ke museum agar dapat dirawat dan dilestarikan,"ungkap Cokorda Naladukmaja.

Sebelumnya, Penyuluh Bahasa Bali melakukan konservasi terhadap 78 cakep lontar koleksi Museum Semarajaya di Kota Semarapura, Klungkung, Bali, Kamis 26 Agustus 2021.

Konservasi dilakukan untuk mengecek dan menjaga kondisi lontar, terlebih akan diupacarai saat Hari Raya Saraswati, Sabtu 28 Agustus 2021.(*).

Baca juga: Sebanyak 78 Cakep Lontar Koleksi Museum Semarajaya Dikonservasi Jelang Hari Saraswati

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved