Breaking News:

Corona di Bali

Terus Gencar Lakukan Pemantauan Prokes, Kapolsek Abiansemal Turun Langsung ke Pasar Mambal Badung

Tim Yustisi gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Satpol PP terus gencar memantau penerapan PPKM

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Tim Yustisi Kabupaten Badung saat melakukan sosialisasi dan imbauan di Pasar Mambal pada Jumat 27 Agustus 2021 - Terus Gencar Lakukan Pemantauan Prokes, Kapolsek Abiansemal Turun Langsung ke Pasar Mambal Badung - Terus Gencar Lakukan Pemantauan Prokes, Kapolsek Abiansemal Turun Langsung ke Pasar Mambal Badung 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tim Yustisi gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Satpol PP terus gencar memantau penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Bahkan Polsek Abiansemal, Kapolsek Abiansemal Kompol Ruli Agus Susanto, S.H., M.H turun langsung untuk pemantau penerapan protokol kesehatan (prokes) di Pasar Mambal, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, Jumat 27 Agustus 2021.

Sebelum giat dimulai didahului dengan APP, dengan tujuan dalam pelaksanaan tugas PPKM tidak terjadi kesalahpahaman antara petugas dengan pedagang maupun pengunjung pasar.

Bahkan pemantauan tetap dilakukan dengan cara memberi imbauan secara humanis.

Baca juga: Wakapolresta Denpasar Bagi-bagi Masker, AKBP Wayan Jiartana: Ingat Protokol Kesehatan

"Kita lakukan penertiban, tidak hanya kepada para pedagang yang ada di pasar tetapi pengunjung pasar juga diimbau untuk selalu patuhi protokol kesehatan," ujarnya Kompol Ruli.

Dirinya mengatakan, jika kedapatan ada warga masyarakat yang tidak mematuhi imbauan pemerintah baik berupa Instruksi Mendagri No 15 tahun 2021 maupun Instruksi Inmendagri No 16 tahun 2021 akan diberikan tindakan berupa hukuman.

Hanya saja saat itu tidak ditemukan ada pelanggaran, namun imbauan tetap diberikan.

"Selain pasar, titik pantauannya juga menyasar pemukiman warga yang rawan akan kerumunan seperti upacara keagamaan," jelasnya.

Adapun giat sosialisasi dilaksanakan agar masyarakat mengerti maksud dan tujuan PPKM tersebut.

Ia mengakui tujuan PPKM tak lain untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran virus Covid-19, terutama virus varian baru jenis delta yang sudah merebak di Indonesia, terutama Jawa - Bali.

"Yang OTG saja kita gencarkan untuk lakukan isoter. Jangan sampai nanti pasar menjadi kluster baru penyebaran virus ini," jelasnya.

Pihaknya berharap, dalam penanganan Covid-19 ini dirinya akan tetap melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Jangan sampai masyarakat beranggapan bahwa virus ini sudah hilang.

"Buktinya PPKM masih diberlakukan di Bali dan level belum turun juga. Itu artinya kasus masih tinggi sehingga bisa saja membludak jika warga tidak taat," tungkasnya. (*).

Baca juga: Dulu Capai Rp50 Juta, Kini Tidak Ada Lagi Pelanggar Prokes di Gianyar yang Harus Didenda

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved