Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Korea Utara

Berat Badannya Menurun Drastis, Korea Utara Mencari Pengganti Kim Jong Un

Pria berusia 37 tahun itu lebih kurus dari sebelumnya. Kim Jong Un kehilangan lebih dari 18 kg pada bulan Juli 2021 lalu.

Editor: DionDBPutra
Korean Central News Agency/Korea News Service
Foto yang dirilis pemerintahan Korea Utara, Kim Jong Un hadir dalam pertemuan politbiro Partai Buruh di Pyongyang pada Selasa, 29 Desember 2020. 

TRIBUN-BALI.COM,PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara kini mencari pengganti Kim Jong Un menyusul kekhawatiran tentang kesehatannya karena berat badan Kim menurun drastis.

Pria berusia 37 tahun itu lebih kurus dari sebelumnya. Kim Jong Un kehilangan lebih dari 18 kg pada bulan Juli 2021 lalu.

Kenyataan itu memicu banyak spekulasi tentang penyakit serius yang diidapnya. Warga Korea Utara yang dilanda kelaparan karena berbagai bencana semakin khawatir.

Hingga muncul desas-desus yang semakin kencang bahwa telah ada "orangnya Kim" yang ditugaskan untuk mencari penggantinya.

Baca juga: Korea Utara Cari Pengganti Kim Jong Un, Turun Takhta?

Baca juga: Kendaraan Komando Terbakar, Kim Jong Un Curiga Ada Usaha Mengkudeta Dirinya

Demikian seperti yang dilansir dari The Sun pada Kamis 26 Agustus 2021.

Calon pengganti Kim itu adalah Jo Yong Won, pejabat senior Partai Buruh, yang baru-baru ini mendapatkan peran wakil pemimpin baru.

Disebutkan, dialah yang ditugaskan untuk mencari pengganti Kim Jong Un. Seorang ahli terkemuka di Korea Utara menganggap sosok misterius Jo sebagai "kingmaker", yang akan menyiapkan "Kim" selanjutnya.

"Kita dapat mengatakan bahwa mungkin Kim Jong Un menempatkan Jo Yoong Won sebagai kingmaker, orang yang berperan membantu membimbing dan mengarahkan penerus turun temurun," kata Michael Madden, sebagai Pengawas Kepemimpinan Korea Utara, afiliasi dari pengawas 38 Utara.

Dia menambahkan, "Mereka pasti membuat keputusan itu dengan memperhatikan transisi (pemerintahan)."

Menurutnya, pemerintahan Kim membuat keputusan seperti ini dengan memperhatikan transisi potensial "dengan pandangan bahwa pemimpinnya mungkin tidak mampu lagi diperbaiki atau mungkin mati".

Madden mencontohkan langkah serupa yang dilakukan ayah Kim, Kim Jong Il, menjelang akhir hayatnya.

Pada tahun 2007, ayah Kim Jong Un mengalami TIA (serangan iskemik transien) yang disebut stroke mini.

"Masalah kesehatannya menjadi agak genting dan dia mulai bersiap untuk suksesi turun temurun," ujarnya tentang Kim Jong Il.

"Jadi dia pada dasarnya mempercayakan sekitar lima atau enam orang yang kesetiaan dan ambisinya tidak perlu dia pertanyakan untuk dijadikan wali," ujarnya.

Wali ini adalah orang-orang yang mengambil portofolio kebijakan yang sangat besar dan sensitif.

"Ini adalah orang-orang yang membuat transisi dari Kim Jong Il ke Kim Jong Un seefektif sebelumnya. Mereka semua mengawal Kim Jong Un melalui hari-hari awal itu," terangnya.

Berita lainnya terkait Korea Utara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Korea Utara Mencari Pengganti Kim Jong Un di Tengah Kabar Masalah Kesehatannya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved