Breaking News:

Berita Karangasem

50 Persen Desa di Karangasem Terancam Alami Kekeringan Saat Musim Kemarau

Sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi  serta Geofisika (BMKG), di Karangasem tak terjadi hujan beberapa hari kedepan.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Embung yang digunakan menampung air hujan di Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, tampak kering. 50 Persen Desa di Karangasem Terancam Alami Kekeringan Saat Musim Kemarau 

Petugas bersedia mengirimkan air bersih ke lokasi.

"Yang penting lokasi jelas. Tempat untuk menampung air milik umum. Harapannya saat petugas mengirimkan air, warga bisa menikmati semua.

Seandainya tempat  penampungan air milik pribadi harus ada persetujuan," harap Arimbawa.

Petugas  sudah  mengimbau warga untuk tetap hati-hati.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Museum Arak di Karangasem Telah Digelar

Untuk diketahui, saat mengalami kekeringan / kesulitan air bersih, warga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti memasak, minum, serta cuci pakaian.

Harga air per jerigen sekitar Rp 5.000 - 10.000. Sedangkan  harga per tangki  rata - rata mencapai Rp 250 ribu - 300 ribu.

Daerah berpotensi mengalami kekeringan serta kesulitan air bersih mengacu dengan peta resiko bencana yang dibuat BPBD sesuai kajian.

Daerah berpotensi mengalami kekeringan rawan terjadi kebakaran. Biasanya lahan yaang kering mudah terbakar. Warga harus tetap waspada, dan berhati - hati.(*)

Artikel lainnya di Berita Karangasem

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved