Berita Bali

Berharap PPKM di Bali Turun Level, Panglima TNI dan Kapolri Minta Tingkatkan 3T

Selain rapat koordinasi, Panglima TNI dan Kapolri mengunjungi fasilitas isolasi terpusat (isoter) di Kota Denpasar.

Penulis: Ragil Armando | Editor: DionDBPutra
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi Gubernur Bali Wayan Koster meninjau fasilitas isolasi terpusat di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Minggu (29/8/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta agar Bali meningkatkan lagi aksi 3T yakni testing, tracing,dan treatment mengingat positivity rate masih cukup tinggi.

Langkah tersebut sangat penting dengan harapan level PPKM di Bali bisa menurun. Demikian disampaikan Panglima TNI dan Kapolri dalam rapat koordinasi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster dan Forkopimda di Denpasar, Minggu 29 Agustus 2021.

Selain rapat koordinasi, Panglima TNI dan Kapolri mengunjungi fasilitas isolasi terpusat (isoter) di Kota Denpasar.

Rapat bersama Forkopimda berlangsung tertutup di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Bali, Kasus Positif Harian Capai 723 Orang Didominasi Kota Denpasar

Baca juga: Update Covid-19 di Bali, Positif: 343 Orang, Sembuh: 177 Orang dan Meninggal: 8 Orang

Pada rapat tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan mengenai situasi terkini Bali dalam menagani pandemi Covid-19.

Koster juga memaparkan kerja sama antara Pemprov Bali dengan Kodam IX/Udayana dan Polda Bali untuk mengendalikan Covid-19.

Dikutip data dari Satgas Covid-19 Provinsi Bali pada Sabtu 28 Agustus 2021 terkonfirmasi pasien positif Covid-19 sebanyak 474 orang dengan rincian 404 orang melalui transmisi Lokal, 67 PPDN dan 3 PPLN. Pasien yang mengalami kesembuhan sebanyak 824 orang dan 34 pasien meninggal dunia.

Jumlah ini membuat Bali masih menduduki empat besar provinsi dengan angka jumlah kematian tertinggi di bawah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Mendengar pemaparan Koster tersebut, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, Provinsi Bali masih berada di level 3 dengan tingkat positivity rate cukup tinggi.

Oleh sebab itu, panglima meminta agar tracing kontak erat ditingkatkan untuk mencapai target 1:15 per 1 kasus konfirmasi.

Kendati tren kasus konfirmasi di Bali menurun, Panglima TNI mengingatkan agar semua pihak waspada karena BOR (Bed Occupancy Rate) masih tinggi.

Apalagi masih banyak masyarakat yang isolasi mandiri (isoman) di rumah. Panglima TNI meminta kesadaran masyarakat untuk isolasi terpusat (isoter).

"Saya melihat rasio tracing yang bagus adalah Kabupaten Buleleng dengan 6,57 atau 6 hingga 7 orang dilacak untuk setiap satu kasus konfirmasi. Tetapi masih perlu ditingkatkan lagi agar positivity rate dapat diturunkan di bawah 5%. Kabupaten Jembrana tracing nol dan angka kematian pada tingkat 4, sementara BOR masih memadai untuk merawat pasien. Tanpa tracing maka sulit menurunkan positivity rate dan kendalikan laju penularan," jelas Panglima TNI.

Dia minta semua elemen disiplin mengaplikasikan 3M dan 3 T guna melindungi orang lain terutama mereka yang memiliki komorbid dan belum divaksin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved