Breaking News:

Serba Serbi

Kaitan Hari Suci Soma Ribek, Saraswati dan Pagerwesi dalam Lontar Sundarigama

Ada kemungkinan kita dapat menarik makna lebih dalam bilamana kita melihat keterkaitan yang ada di antara hari-hari suci ini," jelas I Nyoman Suarka,

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat hindu melaksanakan persembahyangan Pagerwesi di Pura Jagatnatha, Denpasar, Rabu 3 Februari 2021. Kaitan Soma Ribek, Saraswati dan Pagerwesi dalam Lontar Sundarigama 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ada hal menarik dari lontar Sundarigama, karena mempertegas hari suci Banyupinaruh yang jatuh pada Minggu Paing Sinta sebagai bagian dari hari suci Saraswati, yang jatuh pada Sabtu Umanis Watugunung.

"Ada kemungkinan kita dapat menarik makna lebih dalam bilamana kita melihat keterkaitan yang ada di antara hari-hari suci ini," jelas I Nyoman Suarka, Koordinator Alih Aksara Alih Bahasa dan Kajian Lontar Sundarigama, Senin 30 Agustus 2021.

Bukan saja keterkaitan hari suci Saraswati dengan Banyupinaruh, tetapi juga keterkaitan dengan hari suci Soma Ribek, Sabuh Mas, dan Pagerwesi.

"Jika kita dapat memandang perayaan hari suci itu sebagi simbol aktivitas budaya," kata guru besar Fakultas Sastra Unud ini.

Baca juga: Memaknai Hari Raya Saraswati: Menghormati Ilmu Pengetahuan hingga Mitos Tidak Boleh Membaca

Atau sistem kepercayaan sebagai bagian integral dari cara manusia mengungkapkan ide, gagasan, dan pikirannya dalam kehidupan ini, maka peringatan hari suci Saraswati, Banyupinaruh, Soma Ribek Sabuh Mas, dan Pagerwesi yang dilaksanakan secara berurutan mengandung makna.

Pertama-tama umat Hindu memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar dihilangkan kebodohan dan dikaruniai ilmu pengetahuan (guna), keterampilan (gina), dan kesusilaan (susila).

Lalu setelah berhasil mencapai pengetahuan, keterampilan, dan budi pekerti yang luhur, kemudian umat Hindu merayakan keberhasilannya melalui peringatan hari suci Banyupinaruh.

"Ibarat kata wisuda di sekolah ataupun di perguruan tinggi," jelasnya.

Lalu dengan telah diwisuda, itu berarti bahwa umat Hindu telah selesai menempuh dan menyelesaikan pendidikan. Sehingga bisa mendapatkan ijazah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved