Berita Buleleng

Polisi Akan Panggil 4 Warga Sidetapa Buleleng, Persadha Nusantara Sesali Batalnya Kesepakatan Damai

saat ini kasus pemukulan yang diduga dilakukan oleh sejumlah warga Desa Sidatapa terhadap Dandim Buleleng masih dalam tahap lidik

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya - Polisi Akan Panggil 4 Warga Sidetapa Buleleng, Persadha Nusantara Sesali Batalnya Kesepakatan Damai 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus bentrok antara warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali dengan anggota TNI berlanjut ke jalur hukum.

Polisi masih mendalami kasus ini dan akan segera memanggil warga untuk mendapatkan keterangan.

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Sumarjaya mengatakan, hingga saat ini kasus pemukulan yang diduga dilakukan oleh sejumlah warga Desa Sidatapa terhadap Dandim Buleleng masih dalam tahap lidik.

Rencananya, hari ini polisi akan memanggil empat saksi yang merupakan warga asal Desa Sidatapa untuk dimintai keterangan.

Baca juga: Dandim 1609/Buleleng Batal Cabut Laporan, Kasus Bentrok Sidatapa Buleleng Lanjut Jalur Hukum

Pemanggilan akan dilakukan hari ini.

"Dalam kasus ini belum ada terlapor. Kami akan periksa dulu saksi-saksi yang mengetahui atau melihat kejadian itu," ujar dia, Minggu 29 Agustus 2021.

Sementara itu, Persadha Nusantara menyayangkan hal ini. Kedua belah pihak sebelumnya sudah berikhtiar dan sepakat berdamai.

Namun upaya damai buyar karena Dandim 1609/ Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto batal mencabut laporan.

Ia mendapat perintah dari atasan untuk meneruskan kasus bentrok ini ke jaluar hukum.

Wakil Ketua Umum Persadha Nusantara, Gede Suardana mengatakan, upaya damai perlu dikedepankan dalam menyelesaikan konflik, agar semua pihak lebih fokus menangani pandemi Covid-19.

Ia berharap kesepakatan damai yang ditemukan saat mediasi beberapa waktu lalu itu tetap dijadikan pedoman dalam penyelesaian kasus tersebut.

“Jika pimpinan TNI ingin menegakkan disiplin kepada jajarannya bisa saja dilakukan secara internal, sesuai aturan yang berlaku di tubuh TNI. Namun itu dilakuka setelah proses damai dengan rakyat dilakukan,” sarannya.

Sebelumnya Dandim Windra mengatakan mengaku perintah dari Danpomdam IX/Udayana, agar kasus terus dilanjutkan ke ranah hukum.

Baca juga: Persadha Nusantara Sayangkan Batalnya Kesepakatan Damai di Desa Sidatapa Buleleng

Bagi anggota TNI yang melakukan pemukulan balik ke warga, diproses dijalur militer.

Sementara warga yang memukul anggota TNI saat sedang melaksanakan tugas rapid antigen acak di Desa Sidatapa diproses di kepolisian.

Sebagai prajurit, Dandim Windra mengaku harus melaksanakan perintah dari komando atas tersebut.

"Saya dapat perintah dari Danpomdam IX/Udayana, sehingga perintah itu harus saya laksanakan. Saya kurang paham alasannya mengapa. Sebagai prajurit saya harus melaksanakan perintah yang diberikan oleh atasan kami," ungkapnya. (*).

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved