Breaking News:

Berita Karangasem

Polres Karangasem Tetapkan 22 Tersangka Terkait Kasus Pemalsuan Surat Keterangan Vaksin

Lima orang yang dihadirkan memiliki peran penting. Yakni Iyan inisiator pembuat surat palsu, Syarif Hidayat perantara pertama yang membagikan surat

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kapolres Karangasem, AKBP Ricko AA Taruna didampingi Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Karangasem saat menggelar press release di Mapolres Karangasem, Senin (30/8/2021) siang hari. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kepolisian Resort (Polres) Karangasem menetapkan 22 orang  anak buah kapal (ABK) sebagai tersangka kasus pemalsuan sertifikat vaksin, Senin (30/8/2021) siang.

Tersangka yang diamankan di area Pelabuhan Padang Bai berasal dari Lombok Timur, NTB.

Lima orang yang dihadirkan memiliki peran penting. Yakni Iyan inisiator pembuat surat palsu, Syarif Hidayat perantara pertama yang membagikan surat palsu ke ABK, Rusmana yang datang ke percetakan dan memberikan surat asli untuk disalin, serta Abdul Hafif pengedit, Jumadil pengumpul data.

Kapolres Karangasem, AKBP Ricko AA Taruna didampingi Wakapolres beserta  Kasatreskrim mengungkapkan, dari 22 yang diamankan sebanyak 18 tersangka merupakan ABK dan 4 orang merupakan inisiator / pencetus pembuat surat vaksin palsu. Harapannya agar para ABK bisa menyeberang ke NTB.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Covid-19, Polres Karangasem Perketat Penjagaan di Pelabuhan Padang Bai

"Saat proses interogasi, 1 lembar surat  vaksinasi dihargai 200 ribu rupiah. Bersangkutan melakukan ini dikarenakan ingin cepat pulang tanpa  melaksanakan vaksin. Atas perbuatan, mereka terancam hukuman 6 tahun penjara," kata AKBP Ricko AA Taruna saat press release, Senin (30/8/2021).

Ditambahkan, surat keterangan vaksin palsu dibuat di Lombok Timur. 

Pelakunya mengedit memakai aplikasi photoshop dengan mengganti nama satu per satu.

Sebelumnya, tanggal 26 Agustus 2021 yang bersangkutan membawa surat keterangan vaksinasi palsu menuju Benoa.

Dari hasil perbuatannya seluruh tersangka dijerat pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP Jo, pasal 55 KUHP tentang dugaan tindak pidana pemalsuan surat, seperti surat keterangan vaksin.

Ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara. Belasan tersangka kini masih diamankan di Mapolres.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved