Breaking News:

Berita Buleleng

17 Hektare Sawah di Kecamatan Buleleng Gagal Panen, Ancaman Kekeringan di Bali

Musim kemarau yang terjadi di Buleleng, Bali, saat ini berdampak pada komoditas pertanian.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - 17 Hektare Sawah di Kecamatan Buleleng Gagal Panen, Ancaman Kekeringan di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Musim kemarau yang terjadi di Buleleng, Bali, saat ini berdampak pada komoditas pertanian.

Tercatat ada 17.49 hektare (ha) sawah yang terletak di Kecamatan Buleleng, mengalami fuso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta, Selasa 31 Agustus 2021 mengatakan, 17.49 ha tanaman padi yang mengalami gagal panen itu tersebar di 2 subak di Kecamatan Buleleng, yakni Subak Sidayu Kelurahan Penarukan 16.49 ha dan di Subak Anyar Penglatan 1 ha.

Gagal panen ini terjadi lantaran kedua subak itu mengalami krisis air, sehingga padi-padi yang telah ditamam mati kekeringan.

Baca juga: Peringati Hari Kemerdekaan, Ikawangi Dewata Gelar Upacara Bendera di Tengah Sawah di Badung

Selain itu, ada beberapa subak yang juga rusak ringan, sedang dan berat akibat musim kemarau.

Untuk kerusakan ringan 40.38 ha, tersebar di 9 subak di Kecamatan Buleleng, Sawan, Sukasada, dan Kecamatan Kubutambahan.

Sementara kerusakan sedang 5 ha tersebar di 5 subak yang ada di Kecamatan Buleleng.

Sedangkan rusak berat terjadi pada 6 ha sawah, yang tersebar di 6 subak di Kecamatan Buleleng.

Sumiarta mengimbau para petani agar menghindari menanam padi saat musim kemarau ini. Petani diarahkan menanam palawija.

Selain itu, masing-masing subak juga diminta mengairi irigasi bergilir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved