Breaking News:

Berita Denpasar

Ada OTG-GR di Denpasar yang Menolak Isoter dengan Alasan Memiliki Hewan Peliharaan

Untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19, pemerintah mewajibkan OTG-GR untuk melakukan isolasi terpusat (Isoter).

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19, pemerintah mewajibkan OTG-GR untuk melakukan isolasi terpusat (Isoter).

Dimana khusus untuk di Kota Denpasar, sudah disiapkan sebanyak 8 tempat isolasi terpusat.

Akan tetapi, Pemkot Denpasar masih mengizinkan beberapa warga untuk melakukan isolasi mandiri (Isoman) dengan beberapa persyaratan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, yang diizinkan untuk melakukan Isoman, yakni lansia dan anak-anak.

“Lansia yang sudah lanjut dan membutuhkan pelayanan lebih kami izinkan Isoman, begitupula anak-anak kami izinkan,” kata Dewa Rai saat diwawancarai Rabu, 1 September 2021.

Namun, meskipun diizinkan untuk melakukan Isoman, mereka tetap diawasi oleh Satgas di masing-masing wilayah.

Serta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka juga diberikan bantuan sembako yang disalurkan melalui desa/kelurahan.

Dewa Rai menambahkan, selama ini memang ada masyarakat yang melakukan penolakan ataupun berkelit saat akan diajak ke tempat Isoter.

Salah satu alasan yang kerap ditemui di lapangan, yakni yang bersangkutan memiliki hewan peliharaan dan rumahnya kosong.

“Ada beberapa alasan memang untuk berkelit saat akan diajak ke Isoter. Ada yang bilang rumahnya kosong, bahkan ada yang bilang dirinya memiliki hewan piaraan,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved