Breaking News:

Berita Bangli

Kekompakan Babinsa TNI dan Bidan Desa Dalam Lakukan 3T Guna Putus Rantai Penyebaran Covid-19

Kekompakan dan semangat Babinsa TNI bersama bidan desa serta unsur terkait lainnya menjadi ujung tombak pengendalian Covid-19

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Karsiani Putri
Dok. Kodim 1626/Bangli
Babinsa bersama tim medis puskesmas melakukan upaya 3T di Desa Sulahan, Susut, Bangli, Bali, Selasa 31 Agustus 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kekompakan dan semangat Babinsa TNI bersama bidan desa serta unsur terkait lainnya menjadi ujung tombak pengendalian Covid-19 melalui upaya 3T (Tracing, Testing, Treatment).

Seperti halnya dilakukan Babinsa Desa Apuan Sertu I Nyoman Suharta dan Serda I Mengah Yadnya Babinsa Desa Sulahan, Susut, Bangli, Bali.

Mereka terus memberikan pendampingan kepada tim medis dari Puskesmas Susut II saat melaksanakan tracing contact terhadap warga Desa Apuan dan Sulahan yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana S.I.P., mengatakan pelaksanaan tracing contact menjadi hal wajib bagi Satgas Penanggulangan Covid-19 guna memutus mata rantai penularan Covid 19. 

BACA JUGA: Bupati Sedana Arta Optimis Pembagunan Alun-alun Kota Bangli Bisa Selesai Akhir Tahun Ini

BACA JUGA: Tim Vaksinasi Puskesmas Gilimanuk Gelar Vaksinasi Secara Door to Door ke Penyandang Disabilitas

”Warga yang kontak erat dengan pasien Covid-19 tersebut dilaksanakan tes Swab antigen dan tes swab PCR di hari ke 5," terang Letkol Gede Putu Suwardana.

Menurut dia, Babinsa menjadi ujung tombak Dinas Kesehatan untuk melacak daftar nama warga yang pernah menjalin kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami selalu membantu dan memberikan pendampingan kepada bidan dalam mengedukasi warga terkait perlunya mengikuti tes swab maupun rapid antigen bagi mereka yang kontak erat dengan pasien Covid-19,” ujar dia.

Babinsa ditekankan melakukan pendekatan yang humanis kepada warga dan memberikan pemahaman tentang bahaya Covid-19.

Warga pun dengan sukarela bersedia untuk mengikuti swab PCR atau rapid antigen.

“Memang tidak sedikit warga yang enggan untuk di-swab atau dirapid, ketika ia kontak erat dengan orang yang terpapar corona, namun dengan pemahaman mereka bersedia,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved