Breaking News:

Berita Denpasar

Kesal Ditagih Utang, Mashud Hasan Bacok Navein, Dituntut Pidana 6 Tahun Penjara

Kesal ditagih utang, Moh Mashud Hasan (23), tega melakukan kekerasan atau penganiayaan berat terhadap saksi korban Navein

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
Ilustrasi perkelahian. Kesal ditagih utang, Moh Mashud Hasan (23), tega melakukan kekerasan atau penganiayaan berat terhadap saksi korban Navein. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kesal ditagih utang, Moh Mashud Hasan (23), tega melakukan kekerasan atau penganiayaan berat terhadap saksi korban Navein.

Kini terdakwa kelahiran Pamekasan, Jawa Timur 4 Agustus 1998 ini, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa dituntut pidana penjara selama enam tahun.

Surat tuntutan itu telah dibacakan JPU dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

"Terdakwa Mashud Hasan dituntut enam tahun penjara dalam kasus ini," terang Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Rabu 1 September 2021.

Baca juga: Ditangkap Bawa Belasan Paket Sabu Dibungkus Permen, Fitri Eko Dituntut 8 Tahun Penjara

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, kliennya itu dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja melukai berat orang lain.

Mashud Hasan pun dinilai melanggar Pasal 354 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan lebih subsider JPU.

"Terhadap tuntutan jaksa penuntut, kami mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis," ungkap Aji Silaban. 

Peristiwa kekerasan yang dilakukan terdakwa terhadap saksi korban Navein terjadi di depan toko kelontong, Jalan Kerta Negara, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Rabu 28 April 2021 sekitar pukul 23.30 Wita.

Ini berawal saat saksi korban Navein menghubungi terdakwa melalui telepon dengan tujuan menagih cicilan utang sejumlah Rp 1 juta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved