Breaking News:

Corona di Indonesia

Varian Baru Virus Biasanya Muncul Saat Lonjakan Kasus Covid-19

Ia meminta masyarakat menjaga protokol kesehatan secara ketat agar tidak muncul varian baru akibat lonjakan kasus Covid-19.

Editor: DionDBPutra
Pixabay
Ilustrasi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan varian baru virus corona biasa muncul saat lonjakan kasus.

Menurutnya, hal ini sudah terjadi di beberapa negara. "Di beberapa negara, lonjakan kasus itu selalu diikuti oleh munculnya varian baru," ujar Sonny dalam dialog virtual, Selasa 31 Agustus 2021.

Ia meminta masyarakat menjaga protokol kesehatan secara ketat agar tidak muncul varian baru akibat lonjakan kasus Covid-19.

Langkah ini, menurutnya, perlu dilakukan karena varian baru dapat menurunkan efektivitas vaksin.

Baca juga: Cegah Penyebaran Varian Baru Covid-19, Wilayah Denpasar Utara Jadi Sasaran Penyemprotan Eco Enzyme

Baca juga: Ganasnya Varian Baru Covid-19, Banyak Pasien Muda dan Nonkomorbid Meninggal

"Kalau varian baru muncul terus kemudian dia menurunkan efektivitas vaksin kita, nanti nggak selesai-selesai pandeminya," tutur Sonny.

"Berkejaran dengan membuat vaksin yang baru yang sesuai dengan karakteristik virusnya dan seterusnya. Jadi supaya kita bisa selesaikan pandeminya," tambah Sonny.

Menurutnya, masyarakat harus menaati protokol kesehatan agar kasus positif Covid-19 tidak mengalami lonjakan kembali.

"Jangan abai protokol kesehatan. Kita tuh bisa naik, bisa turun. Naik turun, naik turun seperti itu terus. Kita harus betul-betul bisa mengendalikan, jangan sampai terjadi kasus seperti kemarin," ujarnya.

Positivity Rate

Sonny juga mengatakan, positivity rate di Indonesia cenderung menurun, dengan angka pada saat ini adalah 12,13 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved