Breaking News:

Berita Denpasar

Efektifitas Isoter yang Diterapkan Pemerintah Provinsi Bali Mulai Tampak

Jika disinkronisasi dengan data kasus Covid-19 harian di Bali, yang sebelumnya mencapai 1.000 kini turun di angka 400 kasus.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Karsiani Putri
Adrian Amurwonegoro
Aktivitas pasien Covid-19 OTG-GR di salah satu tempat Isoter di Kota Denpasar, Bali, pada Rabu 1 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Upaya isolasi terpusat (Isoter) pasien Covid-19 tanpa gejala maupun gejala ringan (OTG-GR) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali mulai menunjukkan tanda-tanda efektifitas.

Jika disinkronisasi dengan data kasus Covid-19 harian di Bali, yang sebelumnya mencapai 1.000 kini turun di angka 400 kasus.

Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia menerangkan bahwa isoter menjamin OTG-GR tidak menjadi super spreader di tengah masyarakat khususnya keluarga.

"Ketika melakukan isolasi mandiri seperti di rumah masing-masing, pengawasan petugas terhadap pasien akan sulit. Belum lagi karena merasa sehat dan masyarakat tersebut melakukan aktivitas seperti biasa, tentunya hal ini akan bisa menyebar ke orang lain," kata Kapenrem kepada Tribun Bali, Rabu 1 September 2021.

"Kan banyak yang seperti itu, positif tapi tanpa gejala dan dia terus kemana-mana, ya menyebar ke orang lain. Kalau yang terpapar imunnya kurang bagus seperti orang tua atau memiliki penyakit bawaan, kasihan," jabarnya.

Sebaliknya, di tempat isoter, kondisi pasien selalu dimonitor oleh tenaga kesehatan, asupan gizi, vitamin dan obat juga disediakan 

"Vitamin, makanan dan lainnya juga telah disediakan. Saya sendiri sudah berkeliling ke lokasi-lokasi isoter, bertanya kepada masyarakat yang tengah Isoter dan di sana rata-rata mereka mengaku senang," jelasnya.

BACA JUGA: Kekompakan Babinsa TNI dan Bidan Desa Dalam Lakukan 3T Guna Putus Rantai Penyebaran Covid-19

BACA JUGA: Satlantas Polresta Denpasar Giatkan KRYD di Pos Sekat Uma Anyar Denpasar

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyambangi Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar yang menjadi salah satu tempat isolasi terpusat masyarakat terkonfirmasi Covid-19 di Denpasar.

Panglima TNI optimis kasus Covid-19 di Bali dapat menurun asalkan 3 T (Tracing, Testing, Treatment) dilakukan dengan maksimal sejalan dengan Isoter yang baik.

"Tujuan Isoter selain lebih cepat melakukan tindakan medis jika kondisi pasien memburuk, juga untuk menekan penularan Covid-19 di masyarakat," ucap dia.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, angka Isoter di Bali menjadi yang terbaik se-Indonesia dimana hampir 60 persen warga sudah beralih dari isolasi mandiri ke tempat Isoter.

Di samping itu, terkait vaksinasi, Bali telah mampu mencapai 100 persen dari target untuk vaksinasi dosis pertama, sedangkan untuk dosis 2 mencapai 58 persen.

"Kita harapkan Bali yang saat ini level 4, di minggu-minggu depan sudah bisa bergeser ke level 3 kemudian ke level 2 sehingga terjadi kelonggaran. Dengan demikian aktivitas ekonomi meningkat dan kondisi Bali membaik," harap Mantan Kabareskrim Polri ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved