Breaking News:

Berita Buleleng

Lanjutkan Kembali Proyek Shortcut Singaraja-Mengwitani, Koster Sebut Implementasi Janji Pilgub

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akhirnya kembali melanjutkan proyek pembangunan jalan baru shortcut Singaraja-Mengwitani.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ragil Armando
Groundbreaking atau peletakan batu pertama penanda dimulainya pembangunan shortcut Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 7A, 7B, 7C, dan 8, di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis 2 September 2021 pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akhirnya kembali melanjutkan proyek pembangunan jalan baru shortcut Singaraja-Mengwitani.

Hal ini ditandai dengan adanya groundbreaking atau peletakan batu pertama penanda dimulainya pembangunan shortcut titik 7A, 7B, 7C, dan 8, di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis 2 September 2021 pagi.

Baca juga: Buleleng Paling Akhir Dapat Vaksin, Dosis Pertama Baru Capai 83.16%, Dua Tempat Isoter Mulai Kosong

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan bahwa kelanjutan proyek ini sebagai bagian pelaksanaan program pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi sebagai implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru”.

Selain itu, ia juga mengakui jika pembangunan tersebut juga sebagai implementasi janji politiknya kepada masyarakat Buleleng pada saat kampanye Pilgub 2018 lalu.

Baca juga: Ingin Pemerataan Pembangunan Utara-Selatan, Megaproyek Shortcut Singaraja-Mengwitani Dilanjutkan

Bahkan, Koster menyebut bahwa dirinya adalah pemimpin Bali satu-satunya yang berhasil mewujudkan impian masyarakat Buleleng tersebut.

Astungkara, baru bisa terwujud di era kepemimpinan Saya. Dari dulu hanya menjadi wacana dan komoditi politik saat kampanye setiap Pilkada, sekarang sudah menjadi kenyataan."

"Tentu infrastruktur ini akan sangat bermanfaat bagi Krama Bali, khususnya bagi Krama Buleleng, memperlancar transportasi dalam menggerakkan perekonomian di wilayah sekitarnya,” kata Koster dalam sambutannya.

Baca juga: Proyek Shortcut Singaraja-Mengwi Berlanjut, Dewan Bali Ingatkan Gunakan Mitra dan Tenaga Kerja Lokal

Pembiayaan proyek itu sendiri, kata Koster merupakan gabungan antara pemerintah pusat dan Pemprov Bali.

Untuk pemerintah pusat, menyediakan anggaran pembangunan fisik bersumber dari APBN Kementerian PUPR. Pembangunan fisik titik 3,4,5 dan 6 sudah selesai dilaksanakan pada tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp. 325,9 Milyar.

Lalu, untuk pembangunan titik 7A, 7B, 7C, dan 8 dilaksanakan tahun 2021 dengan anggaran sebesar Rp. 145,6 Milyar.

Baca juga: 17 Hektare Sawah di Kecamatan Buleleng Gagal Panen, Ancaman Kekeringan di Bali

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved