Breaking News:

Berita Klungkung

Muncul Tulisan dan Gambar Bernada Kritik, Bupati Suwirta Berencana Wadahi Seniman Mural Berkreasi

Gambar ataupun tulisan bernada kritik juga muncul di beberapa lokasi di Klungkung,  Bali.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Gambar dan tulisan di Jalan Gajah Mada, Semarapura, Bali pada Jumat 3 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Gambar ataupun tulisan bernada kritik juga muncul di beberapa lokasi di Klungkung,  Bali.

Keberadaannya menjadi penyeimbang disaat Pemda Klungkung juga aktif memberikan edukasi ke masyarakat melalui media mural.

"Ada coret-coretan tidak karuan, tanpa cerita dan edukasi itu kerjaan orang usil saja," ungkap Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat dikonfirmasi, Jumat 3 September 2021. 

Suwirta pun menghimbau bagi para seniman yang memiliki keterampilan mural agar menuangkan bakat pada tempatnya. 

Baca juga: SKD CPNS di Klungkung Digelar Mulai Tanggal 20 September 2021, Dilaksanakan Selama 9 Hari

"Nanti jika ada pihak swasta yang mendukung akan kita buatkan wadah para seniman mural untuk berkreasi. Kan bagus kolaborasi antara seniman mural, swasta dan pemerintah. Kami nanti sediakan tembok-tembok di tempat olah sampah setempat di setiap desa untuk dimural. Tentu harus ada nilai edukasinya juga," tegas Suwirta.

Terkait tulisan dan gambar yang terkesan vandalisme dan bernada kritik ke pemerintah, sejauh ini tidak dilakukan penindakan.

Baca juga: Gambar dan Tulisan Bernada Kritik Pemerintah Juga Muncul di Klungkung

Mengingat gambaran dan tulisan itu tidak dibuat pada fasilitas umum yang disediakan pemerintah. 

"Kalau saya dikritik lewat media apapun juga silakan. Tapi kalau kritiknya mengarah ke hal yang tidak benar, atau bahkan ke ujaran kebencian tentu perlu kami ajak berdiskusi," tegasnya.

Sebelumnya, tulisan bernada kritik dapat ditemui di seputaran Jalan Raya Gajah Mada, Kota Semarapura.

Tulisan itu dibuat di gerbang berwarna biru muda di depan sebuah bangunan.

Dibuat dengan menggunakan cat, bertuliskan Cegah Covid-19 Tajen Bebas dan Merry Crisis and Ahappy new Fear.

Sementara gambar dan tulisan bernada kritik juga dapat dilihat di belakang komplek pertokoan di Jalan Deponogoro, Semarapura.

Tepatnya di seputaran jalan menuju Pasar Senggol, Semarapura.

Keberadaan mural dan tulisan itu justru dikeluhkan oleh beberapa warga.

Terutama para fotografer yang kerap menjadikan lokasi itu sebagai tempat pemotretan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved