Breaking News:

Corona di Bali

Barcode PeduliLindungi hingga Cashless, Beachwalk Siapkan Komponen jika Diizinkan Kembali Beroperasi

Berharap shopping mall segera dibuka, Pengelola Mall Beachwalk siapkan beberapa komponen untuk melakukan protokol kesehatan.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Penggunaan aplikasi PeduliLindungi diri dengan barcode oleh pengunjung Mall Beachwalk pada, Sabtu 4 September 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Berharap shopping mall segera dibuka, Pengelola Mall Beachwalk siapkan beberapa protokol kesehatan.

Ketika ditemui, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bali, Gita Sinarwulan mengatakan pihaknya siap untuk mengikuti aturan pemerintah jika nanti shopping mall kembali beroperasi. 

"Kalau digitalisasi kita, siap mengikuti aturan pemerintah untuk ikuti digitalisasi di shopping mall. Pertama pada peduli lindungi kami siapkan barcode setelah itu customer yang berbelanja diarahkan untuk cashless atau non tunai dengan menggunakan Qris atau sistem cashless lainnya," katanya pada, Sabtu 4 September 2021. 

Baca juga: Berharap Mall Buka Selasa Depan, Pengurus APPBI DPD Bali Lobi Pemprov Bali

Selain pihaknya akan memberlakukan prokes untuk karyawan dan pengunjung yang akan masuk Mall dengan ketat dan setiap satu jam seluruh orang yang ada didalam Mall diberikan announcement untuk tidak berkerumun.

Menurutnya, akibat kebijakan PPKM ini banyak tenant di mall yang harus merumahkan karyawannya. 

"Seperti dilihat saat ini yang buka di mall hanya tenant essentials. Selain itu juga ada keterbatasan maksimal hanya 25 persen yang bisa WFO. Sehingga bisa terbayang ada karyawan yang harus dirumahkan oleh tenant. Dan karena tenant tidak mendapatkan hasil karena tidak dapat berjualan sehingga mereka tidak mampu membayar karyawan," tambahnya. 

Baca juga: Kadis Pariwisata Provinsi Bali: Optimisme Kesiapan Mall, Buka Peluang Re-Opening 7 September 2021

Sementara itu, pihaknya juga mencatat kurang lebih terdapat 5.000 orang yang bergantung hidup dari mall.

Contohnya seperti karyawan tenant, karyawan outsourcing, dan siapapun yang ada hubungannya dengan shopping mall

"Dan jika mereka menghidupi anak dan istri, artinya bisa dikalikan tiga atau seterusnya. Anggota APPBI sendiri 140 jadi kebayang dong berapa ribu orang yang tidak digaji."

Baca juga: 11 Orang Alami Luka-luka Akibat Ambruknya Atap Margo City Mall Depok,Dari Karyawan hingga Pengunjung

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved