Breaking News:

Berita Denpasar

Pansel Gelar Seleksi Calon Sekda Denpasar Pengganti Rai Iswara, Rencana Akan Dilantik 30 September

Seleksi ini dilakukan untuk mencari pengganti Sekda sebelumnya yakni AAN Rai Iswara yang telah pensiun pada Oktober 2020 lalu

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
tribunstyle
ilustrasi PNS - Pansel Gelar Seleksi Calon Sekda Denpasar Pengganti Rai Iswara, Dijadwalkan 30 September 2021 Sudah Dilantik 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Sekretaris Daerah) pada Pemerintah Kota Denpasar mengumumkan pelaksanaan seleksi Calon Sekda Kota Denpasar pada Kamis, 2 September 2021.

Seleksi ini dilakukan untuk mencari pengganti Sekda sebelumnya yakni AAN Rai Iswara yang telah pensiun pada Oktober 2020 lalu.

Dimana untuk saat ini, kekosongan jabatan Sekda ini diisi oleh Pj. Sekda yakni I Made Toya yang merupakan Asisten I Setda Kota Denpasar.

Kepala BKPSDM Kota Denpasar, I Wayan Sudiana mengatakan sesuai jadwal, rangkaian seleksi hingga pelantikan akan digelar hingga 30 September 2021 mendatang.

Baca juga: Desa Adat Denpasar Akan Bangun Tempat Pengabenan di Areal Setra Badung, Dapat BKK Provinsi Rp 2,5 M

Ia mengatakan seleksi ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah dan Surat Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor: B-2394/KASN/8/2020, tanggal 24 Agustus 2020 perihal Rekomendasi Rencana Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah Kota Denpasar.

Sudiana mengatakan, untuk bisa ikut dalam seleksi ini, pelamar harus berstatus sebagai PNS di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Bali/Pemerintah Kota Denpasar/Pemerintah Kabupaten se-Provinsi Bali yang memiliki Pangkat/Golongan Ruang sekurang-kurangnya Pembina Tk.I (IV/b).

Pendidikan minimal Diploma (D/IV) atau Sarjana (S1), memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling sedikit selama 5 tahun, serta sedang atau pernah menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II.b) atau JF jenjang Ahli Madya paling singkat 2 tahun.

“Juga berusia maksimal 56 tahun pada saat pelantikan dan pelamar wajib mendapatkan rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian instansinya,” katanya.

Sudiana mengatakan, pendaftaran dimulai pada hari Jumat, 3 September hingga Kamis, 9 September 2021 secara online.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved