Breaking News:

Berita Klungkung

Akan Terapkan One Gate One Destinasion, Pemkab Siapkan Penataan Destinasi Wisata di Nusa Penida

Situasi pandemi Covid-19 dimanfaatkan Pemkab Klungkung, untuk mulai mempersiapkan perencanaan penataan destinasi wisata di Nusa Penida.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Situasi pandemi Covid-19 dimanfaatkan Pemkab Klungkung, untuk mulai mempersiapkan perencanaan penataan destinasi wisata di Nusa Penida.

Ke depan di Nusa Penida akan diterapkan konsep "One Gate One Destinasion", atau dengan kata lain retribusi oleh wisatawan akan dipungut di setiap destinasi.

Terkait hal ini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, bersama OPD terkait melakukan peninjauan ke beberapa destinasi wisata di Nusa Penida, Minggu 5 September 2021.

Baca juga: Menarik Minat Warga untuk Vaksinasi Covid-19, Polres Klungkung Bagikan Sembako ke Warga yang Vaksin

Bahkan untuk menunjukkan keseriusan rencana ini, Suwirta juga mengikutsertakan konsultan perencana.

Destinasi yang dikunjungi seperti Tanjung Juntil, Pantai Atuh, Diamond Beach, Molenteng, Bukit Teletabis, Pantai Banah/ Batu Cincin, Pantai Tembeling, Pantai Kelingking, Pantai Lumangan, Crocodile Beach atau Pantai Pandan, Teluk Lengantung, Broken Beach atau Pasih Uug dan Anggel Billabong. 

Baca juga: Coretan Bernada Kritik di Kota Semarapura Klungkung, Tulisan Ini Mewakili Keluhan Warga

“Saya bersama Baperlitbang, Dinas Pariwisata, PUPR langsung mengajak konsultan akan bergerak cepat melakukan penataan terintregrasi menuju one gate one destinasion atau satu gerbang satu tujuan,” ungkap Suwirta.

Di atas tebing Tanjung Juntil yang bersebelahan dengan Pantai Atuh, dan Pantai Deamond, Suwirta keliling meninjau dan memberikan konsep yang langsung diaplikasikan sepenuhnya oleh konsultan, dengan mengacu pada kearifan lokal/history sebelumnya.

Pembebasan lahan sudah diserahkan oleh pemiliknya seluas 30 are untuk ditata dan dibuatkan jalan melingkar. 

Baca juga: Gubernur Bali Tinjau Vaksinasi untuk Penyandang Disabilitas dan ODGJ di Klungkung

" Kami beharap ada masukan dari desa setempat, sehingga penataan dan pengelolaan objek wisata yang ada, pada akhirnya akan bedampak pada kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah," jelas Suwirta.

Jika objek wisata yang ada di Nusa Penida berhasil ditata dengan baik, ke depan pungutan retribusi tidak lagi dilakukan di pelabuhan seperti yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir ini.

Baca juga: Dampak Pilkada Serentak 2024, Gianyar dan Klungkung 1 Tahun Tanpa Bupati, Diisi Pejabat Sementara

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved