Breaking News:

Berita Bali

Gelar Peringatan Tiga Tahun Kepemimpinan Koster-Ace, Gubernur Bali Beberkan Sejumlah Pencapaian

Ia menyebut berbagai prestasi program pembangunan monumental dicapai oleh Koster-Ace hanya dalam waktu tiga tahun

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov) Bali menggelar peringatan tiga tahun kepemimpinan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Koster-Ace di Ruang Rapat Gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Minggu 5 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov) Bali menggelar peringatan tiga tahun kepemimpinan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Koster-Ace.

Peringatan itu sendiri digelar secara hybrid dari Ruang Rapat Gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Minggu 5 September 2021.

Dalam pidatonya, Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan keberhasilan pemerintahannya selama tiga tahun ini.

Ia menyebut berbagai prestasi program pembangunan monumental dicapai oleh Koster-Ace hanya dalam waktu tiga tahun.

Baca juga: Koster Bangga, Sebut Shortcut Singaraja-Mengwitani Baru Bisa Terwujud di Era Kepemimpinannya

Beberapa pencapaian tersebut diantaranya adalah pembangunan Gedung Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan 9 Kabupaten/Kota se-Bali; Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih; Kawasan Pusat Kebudayaan Bali; Infrastruktur Shortcut Singaraja-Mengwitani; dan Pelabuhan Segitiga Sanur-Nusa Penida-Nusa Ceningan.

 Menurut Koster, pencapaian tersebut adalah penanda baru sejarah Bali untuk memasuki Bali Era Baru.

“Di antara pembangunan tersebut, saya perlu menyampaikan dua program sangat monumental dan strategis sebagai penanda baru Sejarah Bali, yang menjadi tonggak penting memasuki Bali Era Baru.

Yaitu pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih yang berada di hulu; dan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang berada di hilir, di mana hulu dan hilir dihubungkan aliran air Tukad Unda, dengan posisi Nyegara-Gunung,” katanya.

Ketua DPD PDIP Bali ini juga mengakui jika  visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan Alam Bali beserta isinya.

“Secara alamiah membangun kesadaran saya, secara tulus menerima berbagai sikap pribadi masyarakat terhadap pemimpinnya.  Ada yang menghargai, memuji, menghormati, atau sebaliknya. Ada yang mencaci-maki, menghujat, bahkan memfitnah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved