Breaking News:

Berita Bangli

Satgas Bangli Akui Sempat Terjadi Ketimpangan Data Kasus Covid-19

Pihak satgas covid Bangli mengaku sempat mendapati ketimpangan data baik jumlah kasus, angka kematian, hingga angka kesembuhan

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Muhammad Fredey Mercury
Humas Satgas Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pendataan kasus covid-19 kini menggunakan aplikasi baru.

Pihak satgas covid Bangli mengaku sempat mendapati ketimpangan data baik jumlah kasus, angka kematian, hingga angka kesembuhan.

Alhasil penyesuaian data membutuhkan waktu hingga sepekan.

Humas Satgas Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Minggu (5/9/2021) mengungkapkan, perubahan aplikasi ini sesuai dengan SOP pendataan Satgas Covid-19 pusat.

Baca juga: Animo Masyarakat Tinggi, Vaksinasi Massal di Polres Bangli Diperpanjang Tiga Hari

Dimana mulai tanggal 1 September, penggunaan aplikasi Single Sign-On (SSO) dialihkan ke SiLacak.

Dirgayusa mengaku secara umum proses penginputan data di SiLacak sama.

 Namun sempat ditemukan perbedaan data antara SSO dengan SiLacak saat dilakukan penyesuaian data.

“Kemarin sempat ditemukan selisih yang cukup banyak. Misalnya di SiLacak, data kematian tercatat 188 sedangkan data di SSO sudah 204.

Berikutnya selisih kasus, data di kita sudah sampai 4.000 lebih, namun di SiLacak masih 3.900 lebih. Begitupun juga angka kesembuhan juga ada selisih,” ungkapnya.

Oleh sebab itu pihak Satgas Covid0-19 Bangli membutuhkan waktu hingga sepekan untuk melakukan penyesuaian data. Karena dalam prosesnya harus mengajak pihak rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved