Breaking News:

Berita Bali

Bali Diusulkan Jadi Pintu Masuk Penumpang Penerbangan Internasional,Sandiaga:Akan Kami Pertimbangkan

semakin landai angka penyebaran COVID-19, maka pintu pembukaan kembali Bali untuk menerima penerbangan internasional akan semakin terbuka lebar,

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Tangkapan layar kegiatan Weekly Press Briefing yang langsung dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno, Senin 6 September 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM - Menanggapi saran dari PSI dan PHRI Badung yang menyatakan bahwa Bali bisa dijadikan pintu masuk penumpang penerbangan internasional dan isolasi dilakukan di Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno akan mempertimbangkannya.

“Ini akan kami pertimbangkan dan kami kaji terlebih dahulu. Karena seperti yang sudah sering saya sampaikan sebelumnya, pembukaan kembali penerbangan internasional itu tergantung kepada angka penyebaran COVID-19,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno, Jakarta dalam weekly press briefing secara daring, Senin 6 September 2021.

Ia menyampaikan semakin landai angka penyebaran COVID-19, maka pintu pembukaan kembali Bali untuk menerima penerbangan internasional akan semakin terbuka lebar, begitu pun sebaliknya.

Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, saat ini Bali dinilai sudah sangat baik dalam penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di destinasi wisata maupun sentra ekonomi kreatif.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Potensi Bali Sebagai Destinasi Wisata Kesehatan

Percepatan vaksinasi di Bali pun sudah mencapai 94 persen untuk dosis pertama dan 57,72 persen untuk dosisi kedua.

“Semoga Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya dapat mencapai herd immunity segera,” imbuh Sandiaga Uno.

Selain itu, ada pula prakondisi lainnya yang harus diperhatikan dalam mereaktivasi Bali, seperti kesiapan rute aman berwisata, serta sertifikasi CHSE end to end, dan juga kasus COVID-19 yang terkendali tidak hanya di Bali tapi juga secara global.

Jika prakondisi- prakondisi ini dapat dipenuhi, maka tidak menutup kemungkinan Bali dapat membuka penerbangan internasional.

“Kami pun di Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan Pemda setempat serta para asosiasi dan dunia usaha seperti Bali Tourism Board, karena pada akhirnya nanti yang mengeksekusi adalah teman-teman yang ada di garda terdepan, yaitu yang bergerak di industri parekraf,” jelasnya.

Melihat kondisi tingkat hunian hotel saat ini di Bali yang single digit, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan hal ini akan terus dicari solusinya dan diskusikan dengan berbagai pihak-pihak terkait.

“Tapi yang pasti saat ini saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersatu padu menekan angka penyebaran COVID-19 agar segera melandai dengan menerapkan protokol kesehatan dan membentuk herd immunity mendatangi sentra-sentra vaksinasi,” demikian kata Sandiaga Uno.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved