Berita Bali
Setiap Hari Hanya Diikuti 600 Peserta, SKD CPNS Provinsi Bali 6-10 September 2021
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Provinsi Bali mulai berlangsung mulai hari ini Senin 6 September 2021 sampai tanggal 10 September 2021
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Provinsi Bali mulai berlangsung mulai hari ini Senin 6 September 2021 sampai tanggal 10 September 2021.
Setiap hari dibatasi hanya 600 peserta yang ikut SKD.
Seizin Kepala BKD Provinsi Bali, Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian Data dan Informasi, Komang Mastika mengatakan pelaksanaan SKD CPNS untuk provinsi Bali digelar selama lima hari.
Sebanyak 600 orang peserta yang ikut tes saban hari dibagi dalam tiga sesi.
Baca juga: SKD CPNS Pemprov Bali Mulai 6 september Esok, Sehari Diikuti 600 Peserta
Menurut Mastika, panitia menyediakan 3 gedung untuk pelaksanaan SKD.
Gedung pertama menampung 100 orang peserta, gedung kedua 60 peserta dan gedung ketiga sebanyak 40 peserta.
Pada Minggu 5 September 2021, pantia sudah memasang tenda untuk peserta, penataan tempat tes, hingga swab bagi panitia yang bertugas.
“Di depan masing-masing gedung ini kami siapkan ruang tunggu dengan kapasitas sesuai dengan kapasitas pada gedung,” kata Mastika, Minggu 5 September 2021.
Selain itu panitia menyediakan ruang khusus bagi peserta yang suhu tubuhnya lebih dari 37,3 derajat Celcius.
“Peserta wajib membawa hasil rapid atau swab. Jika tidak membawa, tidak diperkenankan ikut SKD,” imbuhnya.
Pelaksanaan SKD melibatkan 67 orang panitia.
Panitia dibagi ke dalam beberapa tugas mulai dari pengaturan lalulintas, pengecekan suhu, pengarahan dan bertugas di masing-masing ruang ujian. Adapun jumlah pelamar yang ikut SKD Provinsi Bali kali ini sebanyak 2.512 orang.
Mereka akan memperebutkan 120 formasi yang tersedia.
14 Oktober
Pelaksanaan SKD CPNS untuk Kota Denpasar akan digelar pada 14 Oktober mendatang di BPSDM Provinsi Bali, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.
Kepala BKPSDM Kota Denpasar, I Wayan Sudiana mengatakan, pelaksanaan SKD CPNS menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Peserta wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19.
Apabila ada yang tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi Covid-19 karena alasan tertentu agar segera melaporkan kepada panitia.
Peserta juga wajib melampirkan hasil tes negatif Covid-19.
Tes antigen berlaku 1 x 24 jam, sementara untuk PCR berlaku 2 x 24 jam.
Baca juga: SKD CPNS Kota Denpasar Digelar 14 Oktober 2021, Peserta Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19
“Ketika ada peserta yang dinyatakan positif Covid-19, maka akan kami jadwalkan ulang. Namun jika tak membawa dokumen yang dipersyaratkan tersebut peserta tidak diperbolehkan ikut tes,” kata Sudiana, kemarin.
Peserta akan melewati pengecekan suhu badan.
Apabila suhu badannya lebih dari 37 derajat, akan ditempatkan pada ruangan khusus.
“Kami juga siapkan berbagai fasilitas kesehatan termasuk petugas kesehatan, ambulans hingga Satpol PP untuk mengurai jika seandainya ada kerumunan,” kata Sudiana.
Setiap hari tes dibagi ke dalam tiga sesi dengan ruangan berbeda.
Setiap sesi akan ada jeda selama satu jam guna melakukan sterilisasi ruangan termasuk melakukan pengecekan kepada peserta berikutnya.
Pengantar tidak diperkenankan masuk ke area BPSDM dan disediakan tempat parkir di luar.
Tak hanya bagi peserta, panitia pun akan menjalani serangkaian tes rapid antigen setiap hari.
“Panitia setiap hari akan dirapid antigen sebelum tugas, agar nyaman dalam bertugas,” katanya.
Peserta SKD ini juga diwajibkan untuk mengisi Deklarasi Sehat.
“Guna mencegah penyebaran Covid-19 di lokasi ujian SKD, seluruh peserta SKD diwajibkan untuk mengisi Deklarasi Sehat,” kata Sudiana.
Deklarasi sehat ini wajib diisi dalam kurun waktu 14 hari sebelum mengikuti ujian seleksi dan paling lambat pada H-1 sebelum ujian.
Pelamar yang dinyatakan lolos untuk ikut SKD di Kota Denpasar sebanyak 6.651 orang.
“Untuk CPNS, formasinya yang tersedia 123, jumlah pelamar 8.460 orang dan yang lolos seleksi administrasi 6.651 orang setelah pengumuman sanggah seleksi administrasi,” katanya.
Dari 8.460 pelamar, formasi yang paling banyak dilamar adalah Auditor Ahli Pertama sebanyak 1.630 orang.
Baca juga: Pemprov Bali Laksanakan SKD CPNS Mulai 6 September 2021, 2512 Pendaftar Akan Rebutkan 82 Formasi
Sedangkan yang paling sedikit adalah formasi jurnalis sebanyak 5 orang.
“Formasi yang dicari untuk CPNS tahun ini yakni jurusan Ekonomi dan Akuntansi mulai dari SMK, D3, hingga S1. Untuk SMK hanya 1 orang,” katanya.
Sementara formasi yang paling banyak akan ditempatkan di Inspektorat sekitar 20 orang.
“Sisanya akan ditempatkan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemkot Denpasar,” katanya.
Menurut Sudiana, saat ini formasi CPNS yang tidak dicari adalah tenaga kesehatan, sebab tenaga kesehatan sudah dipenuhi tahun 2019.
Pengajuan formasi tersebut sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
Untuk formasi guru dipenuhi melalui pengadaan PPPK.
“Kami ajukan sebanyak 1.200-an formasi, tapi yang diterima 1.169 formasi. Itu disesuaikan dengan kebutuhan guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” katanya.
Guru akan ditempatkan di beberapa SD maupun SMP di Denpasar, Bali.(*).
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-mengecek-laptop-sebagai-sarana-tes-seleksi-kompetensi-dasar-skd-peserta.jpg)