Breaking News:

Pelaku Pariwisata Harap Ada Pertimbangan Untuk Menjalankan Kegiatan di Bali di Tengah PPKM

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita berharap ada kelonggaran atau penurunan level PPKM. 

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kawasan The Nusa Dua 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Bali yang masih diperpanjang hingga saat ini membuat pelaku pariwisata masih belum bisa bekerja sebagaimana mestinya. 

Hal ini juga membuat pelaku pariwisata berharap akan ada pertimbangan khusus supaya kegiatan-kegiatan yang ada bisa berjalan.

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita berharap ada kelonggaran atau penurunan level PPKM. 

Tetapi dengan catatan kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi.

"Kemarin positive rate 200-an itu ada penurunan yang signifikan. Harapan kita tentunya dengan hal ini ada pertimbangan-pertimbangan untuk melaksanakan kegiatan tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan. Yang lebih penting menurut saya adanya pengawasan," ujar Ardita saat ditemui tribunbali.com Selasa 7 September 2021.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki SOP dan sertifikasi CHSE yang menurutnya hal itu menjadi aturan sebuah penanganan kegiatan kepariwisataan di masa pandemi Covid-19.

Sesungguhnya SOP dan sertifikasi itu adalah sebuah pembuktian bahwa fasilitas itu sudah disiapkan untuk penanganan sebuah kondisi yang khususnya saat ini adalah pandemi Covid-19

Diakuinya sebelum mulai diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali pada bulan Juli hingga menjadi PPKM Level 4, tingkat hunian hotel di kawasan The Nusa Dua cukup lumayan.

"Kita memang sudah sempat tertolong dengan program Work From Bali cukup lumayan sudah mengangkat tingkat hunian di kawasan The Nusa Dua. Namun karena kondisi pemerintah menetapkan PPKM, kita ikuti," imbuhnya.

Pada bulan Juli dan Agustus, diungkapkan oleh Ngurah Ardita rata-rata okupansi masih di bawah 10 persen, atau hanya berada di kisaran 8 persen.

"Rata-rata 8,6 persen masih dibawah 10 persen itu berat juga buat kita. Namun pergerakan ada (meningkat) sejalan dengan kondisi kedatangan di Bandara awal September ini 2.700 sampai 3.000 per hari, sementara di bulan Agustus kemarin itu belum bisa mencapai 2.000 per harinya," jelas Ardita.

Pada bulan Mei-Juni sendiri okupansi di kawasan The Nusa Dua rata-rata dapat mencapai 12 hingga 13 persen dan pada saat Work From Bali dinilai cukup bagus.

Namun kondisi itu tidak terjadi saat ini dan sangat disayangkan karena okupansi diharapkan bisa naik pada bulan Juli yang mana merupakan masa libur sekolah. 

"Tingkat hunian hotel masih di bawah 10 persen sekarang untuk rata-ratanya. Hotel-hotel di kawasan sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi," kata Ardita.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved