Afghanistan

Dulu Diharamkan, Kini Taliban Gunakan Media Sosial untuk Propaganda Perang

Taliban juga melakukan suatu hal yang langka dilakukan selama berkonflik di Afghanistan.

Editor: Bambang Wiyono
AFP
Seorang petempur Taliban sedang mencari sinyal ponsel di suatu rumah sakit di Distrik Andar, Provinsi Ghazni, Afghanistan 3 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, AFGHANISTAN - Kemenangan Taliban dalam menguasai Afghanistan, tak lepas dari taktik perang yang lebih modern. 

Awal Mei 2021 lalu saat pasukan Amerika Serikat dan NATO mulai menarik pasukan terakhir mereka dari Afganistan, Taliban langsung menggencarkan serangan militer atas pasukan pemerintah setempat.

Namun Taliban juga melakukan suatu hal yang langka dilakukan selama berkonflik di Afghanistan.

Yakni Taliban meluncurkan kampanye di media sosial secara komprehensif.

Baca juga: INILAH Video Tembakan Perayaan Taliban Setelah Klaim Menang di Panjshir, 17 Tewas 41 Terluka

Satu jaringan akun di media sosial ini menyoroti kegagalan rezim di Kabul sekaligus memuji pencapaian Taliban.

Sejumlah cuitan saat itu menyebarkan kemenangan-kemenangan terkini Taliban sambil menyertakan beberapa tagar.

Seperti #kabulregimecrimes (yang dilampirkan ke cuitan-cuitan yang menuduh pemerintah Afghanistan melakukan kejahatan perang).

Atau tagar #westandwith Taliban (upaya untuk melancarkan dukungan masyarakat akar rumput) dan tagar #ﻧَﺼْﺮٌ_ﻣٌِﻦَ_اللهِ_ﻭَﻓَﺘْﺢٌ_ﻗَﺮِﻳﺐٌ (pertolongan dari Allah dan kemenangan sudah dekat).

Tagar-tagar pertama itu setidaknya jadi tren di Afghanistan.

Baca juga: VIDEO Taliban Konvoi di Angkasa dan Jalanan Pamer Alat-alat Militer AS yang Dirampas di Afghanistan

Sebagai respons, Amrullah Saleh sebagai Wakil Presiden Afghanistan saat itu memperingatkan militer dan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh apa yang ia sebut sebagai "klaim-klaim palsu kemenangan Taliban di media sosial".

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak membagikan detail operasi militer pemerintah yang bisa membahayakan keamanan.

Perkembangan itu menunjukkan bahwa Taliban sudah berubah sikap dari penolakannya atas teknologi informasi dan media modern, kini sudah membangun elemen-elemen media sosial untuk memperkuat pesan mereka.

Baca juga: VIDEO VIRAL, Milisi Taliban Bersenjata Lengkap Jaga Presenter TV saat Siaran

Bentuk Tim Khusus Medsos

Saat Taliban pertama kali berkuasa di Afghanistan pada 1996, mereka melarang internet dan menyita atau menghancurkan perangkat televisi, kamera, dan video.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved