Breaking News:

Corona di Bali

Keterisian Bed RS Kurang 60%, Menkomarves Sebut Bali Masih PPKM Level 4 karena Jumlah Pasien di RS

Tercatat sejak diterapkannya PPKM Darurat, Bali sudah empat kali masuk dalam kategori PPKM Darurat Level 4.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
pixabay.com
Ilustrasi Rumah Sakit (RS) - Keterisian Bed RS Kurang 60%, Menkomarves Sebut Bali Masih PPKM Level 4 karena Jumlah Pasien di RS 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kebijakan PPKM Darurat level 4 kembali diperpanjang di Bali.

Tercatat sejak diterapkannya PPKM Darurat, Bali sudah empat kali masuk dalam kategori PPKM Darurat Level 4.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengatakan Bali masih Level 4 karena Pasien Covid 19 yang dirawat di rumah sakit jumlahnya masih banyak.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya mengatakan saat ini BOR di Bali masih pada angka di bawah 60 persen, sehingga dikatakan masih aman untuk menampung pasien Corona.

Baca juga: Vaksin Covid Hasil Kerjasama Perusahaan RI dan China Akan Diproduksi di Indonesia, Luhut:Kami Dukung

"BOR di bawah 60 persen. Masih aman," katanya, Selasa 7 September 2021.

Suarjaya mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah berupaya mengefektifkan isolasi terpusat (isoter) untuk menurunkan level PPKM Darurat dari empat menjadi tiga.

"Efektifkan isoter, kurangi isoman sehingga kasus baru dapat terkontrol agar tidak menjadi berat yang akhirnya masuk ke RS. Sehingga BOR bisa turun, juga pada angka kematian yang turun," tambahnya.

Saat ini, kata Suarjaya, seluruh RS rujukan Covid-19 di Bali cenderung merawat pasien Covid-19 dengan kategori sedang dan berat.

Mengutip data tingkat BOR (Bed Occupancy Rate) RS di Bali, Selasa 7 September 2021, Suarjaya menyebutkan, kapasitas total tempat tidur isolasi non insentif dan tempat tidur isolasi insentif yang ada 8 kabupaten atau kota di Bali 3.090 bed.

Keterisian tempat tidur isolasi non insentif di kota/kabupaten terdiri dari Kota Denpasar terisi 314 bed, Kabupaten Badung 153 bed, Bangli 68 bed, Buleleng 118 bed, Gianyar 126 bed, Jembrana 38 bed, Karangasem 75 bed, Klungkung 63 bed, dan Tabanan 91 bed.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved