Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Keluarga Gede Budiasa Tinggal di Gubuk Reot, Tak Punya Jamban Hingga Buang Air Harus di Kali

pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini tinggal di sebuah gubuk reot, berdinding terpal dan beratapkan seng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Gede Budiasa bersama anaknya, menunjukkan gubuk yang digunakan sebagai tempat tinggalnya, Rabu (8/9/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kisah memilukan dialami oleh  Gede Budiasa (52), asal Dusun Kajekangin, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Bersama istri dan dua anaknya, pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini tinggal di sebuah gubuk reot, berdinding terpal dan beratapkan seng.

Gede Budiasa hidup dibawah garis kemiskinan.

Sehari-hari ia bekerja di sawah milik tetangganya, dengan upah yang didapatkan hanya sekitar Rp 50 ribu per hari.

Baca juga: Sidang Tuntutan 8 Terdakwa Markup Dana PEN, Dugaan Korupsi Explore Buleleng & Bimtek CHSE

Upah tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan perut istri dan anaknya.

Sementara untuk memiliki rumah yang layak, dianggap sebagai mimpi oleh Budiasa.

Pria yang dikaruniai tiga orang anak ini menuturkan, gubuk tersebut telah ditempati secara turun temurun.

Berawal dari sang kakek, yang mendapatkan izin untuk membangun sebuah gubuk di atas lahan kurang dari satu are, milik tetangganya.

Gubuk itu kini diwariskan untuk menjadi tempat tinggal Budiasa.

Pemerintah desa sejatinya sudah berniat untuk memberikan bantuan bedah rumah untuk Budiasa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved