Breaking News:

Berita Bali

Polda Bali Kembalikan Sertifikat Pura Uluwatu, Terkait Kasus Pemalsuan SHM oleh Mantan Wagub Bali

Polda Bali melalui Penyidik Unit V Subdit 1 Direktorat Reserse Kriminal Umum akhirnya mengembalikan dokumen SHM seluas 38.650 berlabel "B" itu kepada

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian amurwonegoro
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, S.H 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sengketa kasus pemalsuan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 5048 milik Pura Luhur/Jurit Uluwatu Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali yang menjerat mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta hingga divonis 6 tahun pidana penjara di Lapas Kerobokan, akhirnya tuntas.

Polda Bali melalui Penyidik Unit V Subdit 1 Direktorat Reserse Kriminal Umum akhirnya mengembalikan dokumen SHM seluas 38.650 berlabel "B" itu kepada pihak yang berhak melalui Notaris Nyoman Sudjarni SH. 

Namun masyarakat masih mempertanyakan tentang keberadaan SHM nomor 5048/Jimbaran berlabel "A", dokumen palsu yang disita dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Badung.

Warga ingin memastikan apakah SHM tersebut dimusnahkan ataukah dijadikan barang bukti sitaan oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Polda Bali Bersama KBPP Gelar Bakti Sosial, Bagikan Tongkat Ketiak Hingga Paket Sembako

Merespons hal tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi membenarkan bahwa dokumen SHM nomor 5048 berlabel "B" sudah dikembalikan ke pihak Pura Luhur/Jurit Uluwatu melalui Notaris Ni Nyoman Sudjarni SH.

Pengembalian SHM itu berlangsung pada Jumat 30 Juli 2021 lalu dilakukan oleh penyidik Unit V Subdit 1 Ditreskrimum Polda Bali.

"Ya benar, dokumen SHM asli sudah dikembalikan ke Notaris," kata Syamsi kepada awak media saat dikonfirmasi pada Rabu 8 Agustus 2021.

Dijelaskan Syamsi, sementara untuk SHM nomor 5048/Jimbaran berlabel "A" yang merupakan dokumen palsu, saat ini tetap disita oleh penyidik.

"Sertifikat palsu tetap dipegang oleh penyidik, tidak dikembalikan ke BPN karena itu palsu," ujar mantan Kabid Humas Polda Bengkulu ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved