Breaking News:

Berita Bangli

Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran, Kakanwil: Seluruh Peserta Harus Bersungguh-sungguh

Kantor Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Bali menggelar kegiatan Pelatihan Kebakaran

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk saat melakukan simulasi penggunaan APAR dalam pelatihan penanganan kebakaran di Lapastik Bali pada Kamis 9 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kantor Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Bali menggelar kegiatan Pelatihan Kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas IIA Bangli, Kamis 9 September 2021. 

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Dinas Satuan Pamong Praja Dan Pemadam Kebakaran Bangli.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Bali Jamaruli Manihuruk dalam apel sebelum kegiatan menekankan terkait kesiapsiagaan yang merupakan kunci utama dalam penanganan bencana seperti kebakaran dan lainnya.

Salah satu hal yang harus dilakukan agar selalu siap sedia dalam mengantisipasi bencana adalah dengan latihan.

“Fungsi latihan seperti yang akan kita lakukan sekarang ini adalah membiasakan diri dalam penanganan suatu kejadian, sehingga kita selalu siap dalam menghadapi bencana apapun,” ujarnya didampingi Kepala Lapastik Bangli Agus Pritiatno.

Lebih lanjut, Kakanwil mengingatkan kepada seluruh Pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli bahwa setiap petugas harus mengerti betul seluk beluk pintu dan segala sarana yang ada.

Hal ini penting agar ketika terjadi suatu bencana seperti kebakaran di dalam Lapas, seluruh petugas sudah tahu letak alat pemadam untuk melaksanakan SOP pemadaman yang telah ada.

Baca juga: Terkait Uji Coba Pembukaan Objek Wisata di Bangli, Kadisparbud Pastikan Sudah Siap Terima Kunjungan

“Dengan diadakannya latihan seperti ini, saya berharap seluruh pegawai nantinya akan memahami apa yang harus dilakukan ketika ada kebakaran, khususnya di dalam Lapas. Selain juga memahami bagaimana cara menghilangkan rasa panik, serta yang tidak kalah penting adalah bagaimana kesigapan petugas jaga dalam membuka pintu blok penjara. Sehingga para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat diselamatkan saat terjadi kebakaran,” tegasnya.

Jamaruli menekankan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, dan melaksanakan SOP yang dapat diterapkan menyesuaikan dengan keadaaan yang ada di dalam Lapas.

Baca juga: Bocah SD Diduga Bawa Kabur Sepeda Motor Petani Cabai di Bangli

Dalam kegaitan tersebut, mula-mula dilakukan pengarahan terkait teknis pelaksanaan pelatihan oleh Kepala Sapol PP dan Damkar Bangli, Dewa Agung Suryadarma.

Dilanjutkan dengan pengenalan alat-alat pemadam kebarakaran, hingga tata cara penggunaannya dari para instruktur.

Seperti penanganan kebakaran akibat kebocoran selang tabung gas LPJ di dapur, memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan pemadaman api menggunakan Bola API.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung oleh beberapa pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli dengan mengikuti instruksi dan bimbingan Instruktur.

Dalam pelatihan kali ini juga dilakukan simulasi mobil damkar masuk ke dalam Lapas untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan mobil bamkar menuju titik Kebakaran. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved