Breaking News:

Berita Jembrana

Pembuat Rapid Test Palsu di Pelabuhan Gilimanuk Diganjar 1 Tahun 10 Bulan Penjara

Sidang putusan kasus pembuatan surat rapid tes palsu digelar secara virtual oleh Majelis Hakim PN Negara, Kamis 9 September 2021.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/dwi suputra
Ilustrasi rapid test covid-19 - Pembuat rapid test palsu di Pelabuhan Gilimanuk diganjar 1 tahun 10 bulan penjara 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sidang putusan kasus pembuatan surat rapid test palsu digelar secara virtual oleh Majelis Hakim PN Negara, Kamis 9 September 2021.

Pembuat surat rapid test palsu yakni Robi Hafid Hindawan divonis 1 tahun 10 bulan penjara karena terbukti bersalah. 

Ketua Majelis Hakim, Fakhrudin Said Ngaji, dalam amar putusannya menyatakan, bahwa Terdakwa Robi yang berperan sebagai pembuat rapid test palsu dinyatakan bersalah melanggar pasal 268 ayat 1 KUHP, junto pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP, sehingga divonis 1 tahun 10 bulan.

Baca juga: Walau Pariwisata Sudah Dibuka Kembali, Objek Wisata Baluk Rening Jembrana Masih Sepi Pengunjung

Hal yang memberatkan terdakwa adalah terdakwa dinilai tidak mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan membuat dan menggunakan surat keterangan rapid test palsu.

“Dengan ini menjatuhkan terdakwa kurungan penjara selama 1 tahun 10 bulan penjara,” ucapnya, Kamis 9 September 2021.

Selain terdakwa Robi, di berkas berbeda, Majelis Hakim juga memvonis dua terdakwa lain, yakni Adi Sujarwo dan Khoirul Anam selaku pengguna rapid test palsu.

Baca juga: Sejumlah DTW dan Objek Wisata di Jembrana Bersiap untuk Dibuka

Putusan terhadap dua terdakwa Adi dan Khoirul, yakni  pasal 268 ayat 2 KUHP dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Putusan tersebut lebih ringan 6 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya yang menuntut dua terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara.

“Untuk dua terdakwa dengan ini dijatuhkan hukuman kurungan penjara selama satu tahun,” ungkapnya.

Baca juga: Jual Perempuan Secara Online Rp 250 Ribu di Jembrana, PM Divonis 3 Tahun 8 Bulan penjara

Terpisah, atas putusan di atas, Kasipidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono, terhadap putusan terhadap Robi yang berkurang dua bulan, dan dua terdakwa lain yang berkurang enam bulan, maka pihaknya masih menyatakan pikir-pikir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved