Breaking News:

Soal Pembukaan Kembali Objek Wisata di Jembrana, Ini yang Akan Dilakukan Pemda Setempat

Rencananya kebijakan ini akan segera diselesaikan besok dan sesegera mungkin akan disebarkan ke pengelola Objek Wisata, DTW dan Mal.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
ILUSTRASI Suasana DTW di Teluk Gilimanuk, Jembrana yang dikunjungi wisatawan, Jumat 14 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Surat Edaran (SE) Gubernur Bali nomor 15 tahun 2021, menginstruksikan untuk dibukanya objek wisata, daya tarik wisata (DTW) dan Mal.

Berdasarkan SE tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disaparbud) Pemerintah Daerah Jembrana pun sudah menyiapkan surat edaran merujuk ke SE di atas.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Disparbud Jembrana, Anak Agung Mahadikara, Kamis 9 September 2021.

Mahadikara yang juga menjabat sebagai Sekretaris Disparbud mengatakan, bahwa pihaknya sedang menyiapkan kebijakan terbaru terkait SE Gubernur nomor 15 tahun 2021 di masa PPKM Level 4 di Bali. 

Rencananya kebijakan ini akan segera diselesaikan besok dan sesegera mungkin akan disebarkan ke pengelola Objek Wisata, DTW dan Mal.

Maka dari itu, pihaknya kini sedang menyusun dengan mengacu pada beberapa poin penekanan terkait dibukanya sesuai SE Gubernur.

“Ya ini sedang kami susun. Dan rencana besok sudah jadi,” ucapnya Kamis 9 September 2021.

Menurut Mahadikara, rujukan pada SE Gubernur itu sendiri terkait akan dibukanya objek wisata sebagai jantung ekonomi Bali seperti sebelum pandemi.

Oleh karena itu maka merujuk pada poin K dalam SE Gubernur tersebut.

Ihwal dalam poin K sendiri ialah Daya Tarik Wisata (DTW) alam, budaya, buatan, spiritual dan desa wisata, dilakukan ujicoba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

“Jadi kami jabarkan supaya nantinya pengelola mengetahui dengan benar. Bahwa meski dibuka memang ada aturan ketat yang harus ditaati,” ungkapnya.

Dengan demikian maka pihaknya akan sesegera mungkin mensosialisasikan melalui SE Pemerintah Daerah Jembrana merujuk ke SE Gubernur.

Dan yang terpenting ialah meski dibuka, maka akan menjadi perhatian bersama untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ketat dan segala kebutuhan bisa disiapkan oleh pengelola dengan baik dan benar. (ang).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved