Breaking News:

Berita Denpasar

Tinjau Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Jaya Negara: Kami Fokus Penurunan Kasus Aktif dan Positif Rate

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Forkopimda Kota Denpasar melaksanakan peninjauan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Denpasar

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Humas Pemkot Denpasar
Peninjauan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Denpasar, Kamis 9 September 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Forkopimda Kota Denpasar melaksanakan peninjauan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Denpasar pada Kamis 9 September 2021. 

Sebanyak dua rumah sakit rujukan menjadi sasaran peninjauan kali ini, yakni RSUD Wangaya dan RSUP Sanglah Denpasar.

Jaya Negara mengatakan, peninjauan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Denpasar ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan optimalisasi pelayanan, penanganan kasus aktif Covid-19 di rumah sakit rujukan serta Bad Occupancy Rate (BOR).

Baca juga: Puluhan Warga di Denpasar Manfaatkan Vaksinasi Covid-19 Serangkaian HUT ke-76 TNI AL

"Dari peninjauan kali ini, pelayanan di RS rujukan sudah berjalan dengan optimal serta fokus penurunan BOR juga sudah dilaksanakan. Ini sebagai upaya untuk memastikan penanganan kasus aktif di RS rujukan," kata Jaya Negara.

Ia mengatakan dalam pemantauan kali ini RSUD Wangaya menyediakan 109 tempat tidur untuk mendukung ketersediaan ruang isolasi Covid-19. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 tempat tidur terisi atau 41,28 persen. 

Baca juga: Mal dan DTW Mulai Dibuka, Lapangan di Denpasar Belum Dibuka, Ini Tanggapan Jaya Negara

Sedangkan di RSUP Sanglah tersedia sebanyak 289 tempat tidur ruang isolasi Covid-19. 

Di mana, dari jumlah tersebut sebanyak 88 telah terisi atau 30,5 persen.

Baca juga: Jika Kasus Covid-19 di Denpasar Terus Melandai, Isoter Nantinya Akan Difokuskan di Sanur

"Jadi untuk BOR dan pelayanan sudah optimal, sehingga saat ini kita fokus pada penurunan kasus aktif dan positif rate, sehingga diharapkan level PPKM untuk Bali, khususnya Kota Denpasar dapat segera turun, serta tentunya dengan harapan kasus menurun dan pasien yang ditangani lekas sembuh," katanya. 

Sementara itu Dandim 1611 Badung, Kol. Inf. Made Alit Yudana meminta agar RS rujukan agar benar benar memberikan pelayanan secara maksimal sehingga bisa menekan kasus kematian. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved