KKB Papua

17 Nama Buronan Penyerangan Posramil Kisor, Berasal dari Kelompok KNPB

Semua yang terlibat dalam penyerangan di Posramil Kisor, Maybrat ada 19 nama, dua sudah ditangkap.

Editor: Bambang Wiyono
Tribun Papua
Pelepasan prajurit yang gugur diserang KKB di Pos Koramil (Posramil) Persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

TRIBUN-BALI.COM, MANOKWARI - Sebanyak 17 nama dimasukkan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) alias buronan kasus penyerangan Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat pada Kamis (2/9/2021) lalu.

Empat prajurit TNI tewas dalam penyerangan itu.

Polda Papua Barat, merilis 17 nama tersebut masuk daftar buronan yang sekarang diburu.

Penetapan tersebut, berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka berinisial MY (20) dan MS (18) yang telah ditangkap, serta pengumpulan barang bukti (BB).

Baca juga: UPDATE Polda Papua Barat Ringkus 2 Pelaku Terduga Pembunuh 4 Prajurit TNI di Maybrat

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi.

Erwindi mengatakan, semua yang terlibat dalam penyerangan di Posramil Kisor, Maybrat, ada 19 nama.

"Dari 19 nama itu, dua orang telah kami tetapkan sebagai tersangka. Sementara 17 lainnya sudah dikeluarkan surat DPO oleh Polres Sorong Selatan,"kata Erwindi kepada sejumlah awak media, Jumat (10/9/2021).

Menurutnya, 17 nama DPO yang terlibat dalam penyerangan antara lain, Silas Ki, Manfred Fatem, Musa Aifat, Setam Kaaf, Titus Sewa, Irian Ki, Alfin Fatem, Agus Kaaf, Melkias Ki, Melkias Same, Amos Ki, Musa Aifat, Moses Aifat, Martinus Aisnak, Yohanes Yaam, Agus Yaam dan Robi Yaam.

Baca juga: INILAH 17 Nama Buronan Penyerangan Posramil Kisor yang Menewaskan 4 Prajurit TNI, Kini Diburu

"Dari hasil penyidikan, yang menggagas kegiatan tersebut adalah Silas Ki. Dari hasil keterangan pemeriksaan, sudah didapatkan peran masing-masing,"ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, BB berupa parang (Sajam), selongsong peluru, dan darah di seprei, yang telah diamankan.

"Darah di parang dan seprei akan dibawah ke laboratorium forensik, untuk dilakukan kecocokan,"katanya.

"Kemudian selongsong peluru juga akan kita bawah ke laboratorium forensik, untuk dicek secara balistik,"katanya.

Saat ini, kedua tersangka telah mengakui bahwa mereka juga terlibat dalam penganiayaan menggunakan parang, kepada salah satu prajurit TNI di pinggang.

Baca juga: Pascapenyerangan Posramil Kisor, Aparat TNI Kejar 2 OTK Bersenjata di Maybrat

"Sampai saat ini kami dari TNI-Polri masih melakukan penyisiran, untuk mencari 17 DPO agar mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,"ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved