Breaking News:

Berita Bali

Bertemu di Bali, Ka BNN RI Golose dan Menteri PPA Soroti Kasus Narkoba Anak di Bawah Umur

Kepala Badan Narkotika Nasional RI Dr. Petrus Reinhard Golose menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang upaya melawan narkoba

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala Badan Narkotika Nasional RI Dr. Petrus Reinhard Golose usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang upaya melawan narkoba dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E.,M.Si. di Lv8 Resort Hotel Bali, Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali, pada Jumat 10 September 2021. 

"Kita melakukan kegiatan bukan hanya MoU tetapi kita akan lihat dan lakukan dengan baik kerja sama implementasi bersama secara vertikal bersama institusi dibantu Pemda melawan narkotika untuk itu kita harus benar-benar menurunkan angka kasus," ujar dia. 

Dijelaskan, presentasi anak-anak penyalahguna maupun sebagai pengedar narkotika di Bali baik laki-laki maupun perempuan cukup tinggi, melalui program soft power diharapkan mampu mengeliminir angka kasus narkoba.

"Saya berterima kasih ibu menteri, bupati jajaran, komisi DPR RI sebagai perwakilan rakyat atas dukungan perang melawan narkotika," ujar dia.

BNN RI mengajak Pemda di Bali seperti halnya Pemkab Badung untuk menjadi pilot project yang diharapkan mampu menyediakan tempat dan ruang yang layak untuk rehabilitasi.

Karena pengaruh narkoba tidak hanya pada fisik saja melainkan juga mental dan emosional.

Sementara itu, Menteri PPA, Bintang Puspayoga menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak baik di perkotaan maupun pedesaan.

"Sesuai data yang ada, miris usia 15 tahun ke bawah tidak hanya sebagai pengguna tapi sebagai pengedar, jadi perlu kita edukasi dan dampingi. Perlindungn terhadap anak, semua anak di kota di desa, semua anak Indonesia menjadi tanggung jawab bersama," paparnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan kerja sama dengan BNN diwujudkan dengan implementasi langsung di lapangan yang ditargetkan menurunkan keterpaparan penyalahgunaan narkoba bagi generasi penerus bangsa, termasuk melibatkan forum anak.

"Forum anak dilibatkan, ditigkat pusat hingga desa, dengan bahasa edukasi yang digunakan lebih mudah dipahami, seusia mereka, bahasa komunikasi tertentu mempermudah pemahanan menjadi champions P4GN," tegasnya.

"Perlu ada terobosan bahwa ruang narkoba sampai ke dunia perempuan dan anak, di lapangan banyak sekali pak Petrus bilang perempuan menjadi korban, tidak sadar diperalat para bandar narkoba, bukan rahasia lagi anak disekolah sampai desa ini mengkhawatirkan."

"Melalui gerakan war on drugs, semangat ditengah krisis ini jadi satu hal yang tidak boleh lupa digarisbawahi tentang bahaya narkoba," pungkas dia. (*)

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved